14 Des 2009

Karena Kita Harus Siap

Diposting oleh Zana di Senin, Desember 14, 2009
Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Anda siap menjadi pemimpin?

Jika suatu saat ada yang bertanya pada kalian dengan pertanyaan di atas, apa jawaban kalian? Apakah dengan penuh keyakinan dan percaya diri kalian akan menjawab, “Insya Allah siap!”? Atau… Dengan sedikit atau bahkan sepenuhnya ragu kalian akan menjawab, “Saya tidak siap!”?
Ada banyak hal yang bisa kupelajari dari beberapa peristiwa beberapa hari ini. Salah satunya adalah kesiapan untuk menjadi pemimpin.

Emangnya siapa sih yang mau menjadi pemimpin? Amanahnya berat. Pertanggungjawabannya pun akan berat. Bukan hanya kepada anggota organisasi yang akan kita pimpin saja, tetapi juga kepada orang tua, keluarga, sahabat-sahabat yang sudah percaya dengan kemampuan kita, dan yang paling utama dan paling berat adalah kita harus mempertanggungjawabkan kepemimpinan kita kelak di hadapan Allah SWT.

Khalifah Umar bin Khattab pun sangat takut jika dalam kepemimpinannya ada seekor keledai yang mati karena kelaparan. Hei, itu hanya binatang, Kawan! Ya, dia memang hanya seekor binatang. Nasib binatang saja harus dipertanggungjawabkan. Apalagi nasib orang-orang yang beliau pimpin? Subhanallaah…

Sebegitu beratnya amanah untuk menjadi pemimpin, sampai-sampai gunung-gunung pun tak berani untuk memikulnya. Namun, kepada kita – manusia – Allah telah mempercayakan itu semua. Ya, Allah telah mempercayakan amanah langit itu untuk kita. Masihkah kalian tak percaya bahwa kalian sanggup memikulnya?

Bukan masalah ingin atau tidak, mampu atau tidak, dan siap atau tidak. Ini adalah masalah tanggung jawab. Tanggung jawab terhadap semua kepercayaan yang telah diberikan kepada kita.

Amanah bukanlah hal yang patut diminta. Tapi, ketika amanah itu sudah dipercayakan kepada kita, kita harus siap dan total. Tunjukkan bahwa kita mampu menjalankan amanah itu dengan baik. Jangan membuat orang-orang yang memberi kepercayaan itu kecewa.

Just do your best! Dan biarkan Allah, Rasul, dan orang-orang yang beriman yang menilai kinerja kita..

“Dan katakanlah, ‘Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS At-Taubah : 105)

Mengutip perkataan salah seorang saudariku, Kirana:

Bismillahirrahmanirrahiim.

Aku harus mempertanggungjawabkan keberadaan namaku yang berhari-hari ‘mejeng’ di spanduk yang tergantung di sekre square itu. Spanduk yang menyiratkan harapan akan pemimpin FUKI yang baru. Aku tidak bercita-cita menjadi seorang kaput, tapi aku hanya berharap Allah menunjukkan yang terbaik untuk melanjutkan kepemimpinan FUKI 2010. Semangat, teman-temanku!


Yup, seperti inilah semangat yang harus kita tunjukkan, Kawan! Semangat untuk mempersembahkan yang terbaik untuk Islam! Untuk dakwah di Fasilkom UI yang lebih baik.

Semoga dari tangan-tangan kita, Islam itu akan bangkit. Setidaknya melalui tangan-tangan ini, kebangkitan itu mulai tercipta…

Inilah dunia kita! Jalan cinta para pejuang! ^^

13 komentar:

kirana mengatakan...

Yap, salah satu pelajaran berharga yang aku dapetin akir2 ini hehe..
Alhamdulillaah..

terimakasih saudari eka :p
semangat!

topan bayu mengatakan...

hmm.. katanya eka jadi kaput fuki ya?

Anda siap menjadi pemimpin?

terkadang memang masih terselip jawaban tidak siap, bahkan bukan terselip lagi tapi benar2 nyata.. tapi seperti itulah, sebuah pertanyaan yang memancing kita untuk selalu mempersiapkan diri menjadi pemimpin, dimanapun, kapanpun, dan dalam kondisi apapun..

pemimpin itu ibarat sebuah root pada sebuah tree, harus siap menerima segala return value dari leaf2nya.. negatif maupun positif..

Zana mengatakan...

@Kirana:
iya, semangatnya Kirana emang yg paling t-o-p deh.. ^^V

@Kak Topan:
hmm.. katanya kak topan jadi calon ketua salam ui ya?

analogi yg bagus. pke struktur data tree pula...

jay mengatakan...

ini sindrom hari-hari pertama memegang amanah ni eka,,
segera diobati dengan banyak2 mendekatkan diri pada Rabb kita :)

Zana mengatakan...

@kak jay:
ini tulisan dibikinny udah lama kok kak. baru sempet ngepost kmrn2. hehe..
gak cm skrg. tp harus kontinu klo itu mah..

mishbah mengatakan...

duuh.. para orang langitan fuki nimbrung di sini. hehe..

serem aku,

Zana mengatakan...

@kak mishbah:
orang langitan?

topan bayu mengatakan...

@mishbah + zana
kita hidup diantara langit dan bumi jadi ada kalanya kita butuh jadi 'langitan', Allah kan barada di langit ('arasy) jadi biar bisa deket dengan-Nya emang butuh kondisi 'langitan' tanpa meninggalkan 'bumi'.. mungkin itu maksudnya mishbah ka..

Zana mengatakan...

@kak topan:
baru mengerti..

@kak mishbah:
bahasanya kak mishbah langitan bgt :p

Anonim mengatakan...

waaaah telat nih, baru baca gw :P
pemimpin emang banyak tanggung jawabnya, berat.. tapi kalo semua pada mikir berat, susah, repot, dll, siapa yg bakal jd pemimpin donk? ;)
selamat ya eka, smoga diberi kekuatan dan keikhlasan dalam menggenggam amanah ini.

kirain maksut k'misbah "langitan" itu "petinggi", hehee :D

Zana mengatakan...

@ade:
aamiin.. mohon bantuannya juga ya ade.. ^^

big mengatakan...

@ topan :

aduh pan ,ente jorok banget deh pan omongannya. :)
bahkan ane gak pernah kepikiran sampe segitunya tentang tree.

selamat berjuang eka !

Zana mengatakan...

@kak big:
sama2 kak! selamat berjuang juga!! ^^

 

searching for Andromeda Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review