Tampilkan postingan dengan label sahabat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sahabat. Tampilkan semua postingan

29 Mei 2014

Trip to Lombok (2)

Diposting oleh Zana di Kamis, Mei 29, 2014 0 komentar
Bismillaahirrahmaanirrahiim...

Mari kita lanjutkan cerita tentang perjalanan ke Lombok. Part 1-nya bisa baca di link ini.

Tempat terakhir yang aku kunjungi sebelum balik lagi ke Depok adalah Pantai Tanjung An \^o^/

Subhanallah.. Ini pantai oke banget. Pantainya bersih. Airnya biruuuu dan beniinggg.. Masih sepi juga, jadinya bebas main ke sana ke mari. Hehe..

Lokasi pantainya jauuh banget. Jadi emang sebaiknya naik kendaraan pribadi. Bule2 yang lalu lalang di sepanjang jalan menuju pantai juga rata2 naik motor atau mobil sendiri sambil bawa papan seluncur segede gaban.

Hal yang unik di pantai adalah pasirnya. Butiran pasirnya ini gede2. Satu butirnya bisa seukuran lada.

Oke, langsung saja liat2 fotonya :)

Pemandangan di perjalanan menuju Tanjung An

Tadaaa.. Ini dia Pantai Tanjung An

Gak bisa berhenti bilang Masya Allah selama di pantai ini

Pantainya ini menggoda banget buat main air :D

A little gift for our dearest sister, Rahma ^^
Udah, fotonya segitu doang. Kebanyakan foto yang ada orangnya :p

Semoga bisa main ke sini lagi bareng keluargaku biar lebih asyik lagi :)

20 Nov 2013

Trip to Lombok (1)

Diposting oleh Zana di Rabu, November 20, 2013 2 komentar

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Mau mengabadikan pengalamanku naik pesawat untuk pertama kalinya. Haha…

Jadi ceritanya ada seorang akhwat cantik yang mau pulang ke kampung halaman, melepas rindu dengan kedua orang tuanya di Lombok. Nah, tetiba ada 2 akhwat yang gak kalah cantik pengen ikutan. Pengen lebih mengenal keluarga saudari, ceritanya :D

Dan jadilah aku pergi Lombok. Yeah! Pertama kalinya aku naik pesawat B-) Sebagai newbie di bidang travelling naik pesawat, aku bener2 memperhatikan alur perjalanan. Mulai dari naik bis Damri di Kp. Rambutan, masuk ke terminal penerbangan domestik, check in, boarding, pesawat lepas landas, dll. Pokoknya all about perjalanan dari Soetta ke Bandara Internasional Lombok.

Sepanjang penerbangan gak bisa tidur sama sekali. Harap maklum, masih norak. Hehe.. Dan momen2 ketika pilot meminta penumpang mengenakan sabuk pengaman karena cuaca buruk itu benar2 mendebarkan. Bikin gak berhenti dzikir lah..

Oke, alhamdulillah kami mendarat dengan selamat di Lombok. Pemandangan Lombok ketika malam itu luar biasa baguuussss… Masya Allah… Ada untungnya juga pilih keberangkatan malam. Jadinya bisa liat bandara yang warna-warni dengan lampunya ^^

Bandara Internasional Lombok pukul 23.00 WITA

Perjalanan dari bandara Lombok ke rumah Asri sekitar 2 jam. Di Lombok itu ternyata masjidnya banyak yaaa… Menaranya juga bagus2. Di perjalanan sempet mampir juga liat2 kota tua yang dulunya jadi pusat perdagangan karena dekat dengan pelabuhan. Tapi klo malem ternyata serem -___-“

Langsung aja ku-review tempat2 yang kukunjungi selama 9 hari di Lombok.

1. Pantai Senggigi
Pantai ini letaknya deket banget sama rumah Asri di Meninting. Cuma butuh waktu sekitar 45 menit, dan… Eng ing eng… Sampailah kami di pantai yang banyak turis bulenya ini. So far pantainya bersih banget. Asik juga buat main kano. Walau bikin jantung deg2an, takut kanonya kebalik. Maklum, aku belum bisa berenang :’)
Lautnya biruuu

Pantainya bersih :)

Di Senggigi ini, Mas2 tukang sewa kano-nya baik banget deh.. Cuma bayar 10 ribu bisa main kano sepuasnya. Pantainya lagi lumayan sepi sih. Jadi lebih asik buat bereksperimen main air. Hoho…

2. Bukit Malimbu
Habis main dari Pantai Senggigi, orang tua Asri ngajak kami main ke Bukit Malimbu. Mungkin suasananya mirip sama Puncak yang ada di Bogor. Jalannya melingkar menanjak gitu. Banyak tukang jagung bakar juga di pinggir jalan. Tapi tentu ada bedanya.. Dari bukit ini, kami bisa melihat laut lepas dengan air birunya yang jernih. Masya Allah cantiknyaa… :’)

Pemandangan Pantai Senggigi dari Bukit Malimbu

Baru kali ini liat pusaran air laut

Laut dan langit sama birunya

3. Narmada
Namanya unik ya.. Awalnya kukira Narmada ini sejenis kolam renang biasa macam waterboom, ternyata salah besar. Hehe...
Narmada ini dulunya komplek kerajaan Hindu yang ada di Lombok. Di kawasan ini ada pura, kolam renang, kolam ikan, bangunan istirahatnya para raja, juga taman yang cantik.

Tempat istirahatnya raja

Balai tempat raja ngeliatin kolam pemandian
Ini dia kolam pemandian yang diliatin raja

Ruang tempat air suci umat Hindu



Kolam yang dibuka untuk kolam renang umum
Kolam besar di undakan paling bawah Narmada. Banyak ikannya :)
Pura di dalam komplek Narmada (lupa namanya)
Saung di atas bukit. Capek banget naik tangganya
Museum kecil di Narmada. Ada foto2 sejarah masyarakat Lombok
Okeh, segini dulu... Capek ngetiknya. Hehe.. Insya Allah nanti di part 2 aku upload foto2 yang lebih fantastik dan bikin aku gak berhenti bilang, "Masya Allah..."

8 Feb 2011

Liburan yang Menguras

Diposting oleh Zana di Selasa, Februari 08, 2011 2 komentar
Bismillaahirrahmaanirrahiim...

Judul yang agak aneh ya? Hehe... Iseng aja sebenernya pake kata 'menguras'. Kata itu mungkin dapat mendefinisikan berbagai macam rasa yang pernah menghinggap saat liburan kemarin.

1 bulan, bukan waktu yang lama memang (klo dibandingin sama libur semester genap yang lamanya 3 bulan :p ). Tetap saja beribu2 syukur kuucapkan untuk waktu 1 bulan itu. Permen Nano-Nano juga kalah kayanya untuk mewakili perasaanku selama liburan kemarin.

Awal liburan dibuka dengan serentetan kejadian yang menguras tenaga, emosi, air mata... Gak mau diinget2 lagi deh pokoknya.

Alhamdulillah, Allah ngasih penyemangat dan penghibur ba'da kejadian 'itu'. Bisa kumpul bareng sama dua akhwat Syaja'ah, Diah dan Dita. Biasanya Dita itu jaraaaaaaaaang banget balik ke Depok. Bang Toyib kalah dah sama dia. Nah, maka dari itu, sering kumpul deh sama mereka berdua. Sekalian ngasih hiburan sebelum Diah KKN ke daerah pedalaman. Akhirnya setelah perbincangan yang cukup lama, diputuskan klo kami akan pergi ke suatu tempat yang bisa melepas emosi. Hehe...

Jadilah 5 akhwat yang gagah perkakas ikutan dalam rihlah itu. Ada aku, Dita, Asri, Diah, dan Tiara. Janjian ketemu di halte busway di Ampera. Langsung menuju lokasi. Sesampainya di sana, langsung disambut oleh wahana naik turun drastis (tau lah ya itu apa :p ). Alhamdulillah dapet tempat yang menghadap laut. Tapi subhanallah dah.... Kayak yoyo yang dilempar ke atas bawah. Gak bisa gak teriak.

Sempet berhenti di titik tertinggi. Tiara yang duduk di sampingku ngomong, "Ka, buka matanya deh.. Lautnya subhanallah cantik banget.." Mata yang tadinya terpejam mencoba untuk mengintip pemandangan yang terhampar dengan indahnya di depan mata. "Subhanallah...." Belum selesai kalimat tasbih terucap, itu wahana dengan kecepatan tinggi langsung turun ke bawah! Bisa kebayang gak gimana tampangku waktu itu? Aku juga gak bisa ngebayangin gimana tampangku. Hehe...

Begitu seterusnya, naik turun dengan kecepatan tinggi. Ajakan Tiara untuk membuka mata lagi langsung kujawab, "Gak mauuuu!! Entar tiba2 turun lagi!!!" :p

Setelah naik wahana itu, langsung naik Kora-Kora. Tobaaaatttt.... Itu wahana langsung aku black-list. Ogah naik itu lagi. Emang gak ekstrim, tapi bener2 bikin mabok. Jadilah aku mabok darat, laut, dan udara...

Gara2 naik itu, waktu main Star Wars yang diputer2 biasa aja bikin pusing...

Yah, begitulah kisah petualanganku bersama 5 akhwat Syaja'ah nan gagah perkakas. Tiara yang paling kalem di antara kami ternyata paling suka sama permainan ekstrim. Aku shock waktu ngeliat dia dengan santainya melambaikan tangan ketika naik Tornado dalam posisi terbalik. Tiarakuuuuu... Kamu keren banget deh... >.<

Liburan kemarin juga sempet kumpul sama temen2 SMP: Geng Jutek - sebutan kami untuk para cewek yang duduk sederet di depan meja guru di kelas 3-1. Sebenernya ini sebutan temen2 sekelas sih. Katanya semua cewek yang duduk di deretan ini jutek semua. Ya, sebut aja aku, Dita, Lina, Diny, Risti, Ratu, Sofi, dan Furi. Masih bingung dan sangat mempertanyakan pernyataan itu. Emangnya aku jutek ya?

Tapi kemarin yang kumpul cuma aku, Dita, Lina, dan Diny aja. Nge-geje gak jelas lah pokoknya. Makan bareng sambil ngobrol-ngobrol tentang kampus masing2. Nostalgia dengan masa lalu yang bikin senyum2 sendiri. Eka... Eka... Pernah ada saat2 yang bandel banget ketika SMP :p

Liburan ini emang bener2 menguras. Menguras air mata di awal, namun Allah beri penggantinya dengan kejadian2 yang menguras tawa dan senyum. Jadi anak Ibu selama beberapa minggu, ikut ke mana aja Ibu pergi (udah kayak ekor gitu. Hehe...), ikutan Dauroh Murabbi 28, ikutan Tafakur Alamnya anak 28, ikutan pelatihan totok wajah (bagus banget ini pelatihan. Gratisan pula ^^).

Yang paling berkesan waktu aku ikutan Raker Perhimpunan Masyarakat Tolak Pornografi (MTP). Ketemu banyak orang-orang hebat kayak Mba Azimah Soebagiyo (Ketua MTP sekaligus anggota Komisi Penyiaran Indonesia), Mas Peri Umar Farouk (pendiri gerakan Jangan Bugil Depan Kamera), Mba Asma (subhanallah banget dah kisah hidupnya...), dan orang2 hebat lainnya...

Dikasih kesempatan juga buat jadi presentator hasil rapat kerja Bidang Internal. Ngerasa maluuuuuuu banget waktu ada yang nanya tapi aku cuma bisa jawab, "Waduh, Mas, maaf.. Saya juga belum begitu ngerti masalah ini. Bisa ditanyakan langsung ke ahlinya.." (sambil nunjuk ke arah seorang Mba yang ahli masalah audit keuangan). Mukaku udah kayak kepiting rebus kayanya saking malunya >.<

Begitulah liburanku yang menguras. Menguras berbagai macam hal.

Oiya, untuk teman2 yang mendapat amanah baru di semester ini, semangat ya!! Semoga Allah memudahkan dan memberkahi langkah2 kecil kita menuju perbaikan umat... Aamiin.. ^^

21 Jul 2010

First Day in Plasma

Diposting oleh Zana di Rabu, Juli 21, 2010 0 komentar

Bismillaahirrahmaanirrahiim...

Alhamdulillah, Allah masih mengizinkan aku untuk ikut acara Plasma tahun ini. 16-18 Juli 2010. Gak kerasa Plasma yang aku ikuti dulu sudah berlalu sekitar 5 tahun...

Dari jauh-jauh hari sudah mempersiapkan izin dari Ibu untuk ikut Plasma. Alhamdulillah... Izin itu keluar! ^^

Dapet amanah dari Mba Rosma buat mendata Syaja'ah yang bisa datang Plasma. Langsung saja berkoordinasi dengan ibu korwat-ku tersayang nan baik hati lagi banyak pulsa. Hehe... Ternyata tak banyak yang bisa hadir. Tapi tak papa, ada agenda dan orang-orang yang lebih membutuhkan mereka ^^

Pagi hari sebelum berangkat Plasma aku terbengong-bengong dengan kehadiran Polisi di rumah, tepatnya di kamar Mas Yudi. Ternyata Mas Yudi kemalingan..

Oke, lanjut ke topik Plasma. Aku langsung packing-packing. Mempersiapkan segala sesuatu yang harus dibawa. Melirik jam, waduh, udah jam 12.. Langsung buru-buru berangkat. Diantar Ibu sampai Margonda.

Sesampainya di 28, langsung mencari-cari alumni yang lain. Di sana ada Mba Rosma, Kak Mel, Kak Ulfa, dan Siti. Tapi Kak Ulfa gak bisa ikut. Jadilah aku berdiskusi dengan Mba Rosma, Kak Mel, dan Siti. Yang didiskusiin ada juga yang rada gak penting sih. Dari masalah warna pink sampe masalah sandal gunung... :p
Mengobrol juga dengan Ibu Guru Matematika yang sukses membuatku suka sama Matematika waktu kelas XII, yup, Bu Ai! Subhanallah deh Bu Guru yang satu ini. Perhatian banget sama Rohis 28 ^^

Tronton yang membawa peserta, panitia, dan alumni berangkat sekitar jam 2 siang. Teduh banget rasanya ngeliat adik-adik yang khusyuk membaca Al-Qur'an, me-muraja'ah tugas hafalan mereka, sibuk membuka lembar demi lembar Al-Ma'tsurat untuk menghafal do'a Rabithah, ada juga yang berdendang menyanyikan lagu "Tekad". Wah, angin-angin nostalgia mulai berhembus....

Di tronton duduk di sebelah Kalika, panitia Plasma. Lucu banget klo inget dia mulai mendekat dan berbisik, "Kak, mau nanya..." Dilanjutkan dengan pertanyaan yang membuatku tersenyum-senyum sendiri. Waduh, ini anak polos banget ya... Tapi, tetap diaminkan di dalam hati kok, Dek. Aamiin! Hehe...

Tronton berhenti ketika tiba di suatu titik. Dari titik itu, kami akan berjalan menuju lokasi Plasma. Ada 2 jalur sebenarnya yang bisa dilewati untuk menuju lokasi.Tapi, kami memilih jalan yang lebih terjal dan menanjak. Ya, karena jalan dakwah tak selamanya mulus dan lurus.

Sepanjang perjalanan menanjak itu, aku sibuk memotret alam Cikoneng. Hembusan nostalgia 5 tahun lalu begitu menggebu. Rumah gubuk tempat kami dulu Plasma, masjid tempat tidur ikhwan kala itu, hingga lapangan tempat kami dulu push-up dan bending. Semuanya masih melekat erat di ingatan... Cikoneng...

Tibalah kami di villa tempat panitia, pembina Rohis, dan alumni akhwat. Di villa itu hanya menaruh tas lalu kembali mendaki jalan yang penuh batu menuju barak peserta sekaligus untuk shalat Maghrib. Masjid Al-Jihad (klo gak salah namanya seperti itu) dengan konstruksi yang unik, penuh kaca membuat shalat lebih khusyuk dan lebih dekat dengan alam. Semilir anginnya.. Wuuusssshhhh.... Dingin sekali... Hehe..

Setelah shalat maghrib dan shalat Isya, peserta makan malam. Ini dia nih yang seru. Aku masak euy! Hal yang sangat langka :p
Sebenernya bukan aku juga yang masak sih... Aku cuma bantu-bantu doang, terima perintah dari Mba Rosma dan Kak Mel, "Ka, tolong rebusin ini ya..." atau "Ka, tolong potong-potongin ini dong..." Tapi gak papa, kan belajar memasak itu butuh proses. Betul tak? ^^ Begitulah, aku dan alumni akhwat jadi seksi konsumsi darurat. Seru, seru...!
Kembali senyum-senyum sendiri klo inget gimana wajah heran sekaligus takjub dari panitia akhwat Plasma ketika mereka melihatku melakukan 'kebiasaanku' di dapur. Yup, makan beras! :D

"Kak Eka... Masa, siiiiihh?"
Hehe...

Makan malam pun tunai sudah untuk peserta, tinggal panitia nih yang belum. Terutama panitia ikhwan yang sudah mulai melapar.. Masak lagi... ^^

Diskusi panel di peserta pun dimulai. Tapi, gara-gara harus stand by di villa panitia untuk masak, aku juga kurang tau diskusi panelnya tentang apa.

Malam pertama Plasma ditutup dengan evaluasi peserta dan panitia. Berbaris di lapangan terbuka tak jauh dari masjid. Subhanallah... Langit malam Cikoneng yang tadinya tertutup awan itu menjadi cerah! Allah menyibak awan-awan itu.. Dan kalian tau? Scorpio mulai menyapa dari langit selatan... Subhanallah... Subhanallah...

Ok, sekian dulu untuk cerita hari pertama Plasma. Cerita dua hari lainnya akan dilanjutkan di postingan selanjutnya! ^^

8 Apr 2010

Dua Dekade

Diposting oleh Zana di Kamis, April 08, 2010 3 komentar
Bismillaahirrahmaanirrahiim...

Tak akan pernah habis kata untuk menggambarkan sosok dirimu
Dingin, galak, tegas, cuek, perfeksionis...
Tapi di sisi lain.. Subhanallah...
Tak pernah kubayangkan kamu akan menjadi salah satu sosok yang paling berarti..

11 tahun lalu melihat sosokmu yang menurutku begitu angkuh..
Salah satu bentuk prasangka buruk seorang aku untuk dirimu ketika itu..

Ya, segala prasangka itu hilang seketika dengan satu pertanyaan, "Berapa nilai Matematikanya?"

Kamu yang begitu tegas menegurku ketika aku sedang khilaf
Kamu yang begitu sabar membesarkan hati ketika aku merasa kecil sendiri
Kamu yang begitu peduli...
Tentu dengan caramu sendiri..

Jazakumullah khairan jaza atas segalanya
Dengan sabar menjadi 'tong sampah'ku dalam setiap problema
Dengan cerdik menyusun siasat dalam berbagai investigasi kita

Sering terpikir,
"Coba kamu ada di sini sekarang.."
"Coba kamu bisa menemaniku di sini sekarang..."
dan "Coba..." lainnya

Semoga tahapan Ukhuwah itu dapat kulalui dengan baik
Berharap bisa menjadi saudari yang terbaik untukmu

Jazakumullah khairan jaza...
Tetaplah menjadi pejuang tangguh di jalan-Nya
Tetaplah menjadi dirimu yang selalu membanggakan kedua orangtuamu

Allah, perkenankan kami untuk tinggal bertetangga di jannah-Mu kelak

Selamat memasuki gerbang dua dekade
Semoga Allah selalu memberikan keberkahan untuk dirimu

Jangan lupa, gue sayang sama lo juga...

1 Feb 2010

Leadership Camp, 30-31 Januari 2010

Diposting oleh Zana di Senin, Februari 01, 2010 3 komentar
Bismillaahirrahmaanirrahiim...

Alhamdulillah.. Allah ngasih kesempatan luar biasa untuk ikut di acara ini. Bertemu dengan orang-orang luar biasa, mendapat ilmu yang luar biasa, dan insya Allah bisa bermanfaat untuk jangka waktu yang sangaaaaaaaaaatt panjang.

Baru kali ini aku ikut pelatihan yang luar biasa (menduduki peringkat ke-2 setelah PLASMA. Hehe...). Menyimpan kesan yang berarti.

Di pelatihan ini kami diajarkan untuk membangun sebuah target besar (katanya lebih bagus target daripada disebut mimpi), mampu memahami diri beserta bakat-bakat yang kami miliki, membuat targetan besar dalam hidup kami, mendaftar hambatan-hambatan apa saja yang akan kami temui dalam pewujudan target ke depannya, hingga langkah-langkah terkecil untuk dapat mewujudkan target itu.

Klo dipikir-pikir, materinya memang gak menjurus ke olah bakat kepemimpinan. Tapi menurut Ust. Muhsinin -Master Trainer dalam pelatihan tersebut- seorang manusia itu terlebih dahulu harus mengenal dirinya, memahami hakikat dirinya sebagai makhluk Allah yang memang ditugaskan untuk memakmurkan bumi ini.

Acaranya memang sangat padat. 2 hari nonstop dengan materi-materi yang sangat berbobot. Tapi alhamdulillah, kantuk itu tidak menyerang. Kakak-kakak pembinanya paling jago membuat kami melotot dan bersemangat hingga malam hari. Takjub juga. Aku bisa kuat hingga jam 11 malam mendengarkan materi

Penginapannya juga mantep! Akhirnya aku bisa menginap juga di Hotel Bumi Wiyata. Tempat yang tak pernah kubayangkan aku akan menginap di sana (wong rumahku deket banget sama hotelnya. Ngapain juga nginep di sana klo gak ada keperluan. Hehe...).

Mm... Jadi pengen mendeskripsikan kakak-kakak pembina Leadership Camp yang semuanya berlogat Sunda abis...

1. Kak Asdo
Salah satu MC acara. Spesialis membawakan simulasi-simulasi pengantar materi. Sangat bisa membangkitkan semangat dengan teriakannya, "Leader??!!"




2. Kak Jay
Ini bukan Kak Jay anak Fasilkom 2007 lho... Kak Jay yang satu ini gokil dan narsis parah. Bisa dibilang, Kak Jay ini MC utama dari Leadership Camp ini. Waktu peserta keliatan ngantuk, Kak Jay langsung turun tangan. Dengan beribu cara yang sangat tidak terduga, dia sukses membuat mata kami langsung melotot karena kebanyakan ketawa :p Cukup kaget juga waktu dia bilang mau nyanyi, "Maaf ya.. Klo suara Kakak akan membuat kalian mimpi buruk..". Kami semua langsung tertawa mendengarnya. Tapi tawa itu sekejap hilang ketika dia mulai menyanyi nasyid "Keimanan" -bercerita tentang Rasulullah ketika mengalami penolakan dakwah dari kaumnya. Subhanallah.. Suaranya ternyata mantep euy! Nasyid yang ia bawakan sukses membawa beberapa kawanku ke alam muhasabah dan membuat mereka menangis sesegukan. Sampai aku pun mendengar suara ikhwan yang menangis. Subhanallah... Dia juga mengajari kami cara untuk melantunkan ayat Al-Qur'an dengan nada yang bagus. Yang sering bergaya seperti Romy Rafael, "Konsentrasi..."



3. Kak Haris
Kakak yang satu ini emang mirip bener sama Aa Gym. Klo kata dia sih, "Saya adik Aa Gym, lebih tepatnya adik ketemu gede". Kak Haris paling jago bikin game yang ngelatih otak kanan dan otak kiri sekaligus. Kalah deh... Gak bisa ngikutin gerakan-gerakan ajaib dia.. Dia juga yang paling seru ngasih semangat waktu kelompok outbondku harus mengulang hingga 6 kali di suatu pos. Dengan gerakan-gerakannya, ia mampu memberi inspirasi bagi kami. Mantep lah...



Masih ada 3 orang Kakak yang juga luar biasa: Kak Eka, Kak Enur, dan Kak Anggi. Tapi, karena interaksiku dengan ketiga orang ini gak banyak, jadi belum bisa mendefinisikan dengan tepat. Hehe...

Insya Allah nanti materi-materi yang aku dapat di Leadership Camp ini bakal aku posting. Tunggu saja... ^^

Leader??!!! YES, WE ARE!!!

27 Jan 2010

You Gave Me Your Love

Diposting oleh Zana di Rabu, Januari 27, 2010 1 komentar
Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Gak tau kenapa, lagi suka banget sama lirik di bawah ini…

I shouldn’t have done that,
I should have pretended not to know
like I didn’t see it, like I couldn’t see it
I shouldn’t have looked at you in the first place
I should have run away
I should have pretended I wasn’t listening
like I didn’t hear it, like I couldn’t hear it
I shouldn’t have heard your love in the first place
Without a word, you made me know what love is
Without a word, you gave me your love
Made me fill myself with your every breath
(OST You’re Beautiful – Without Words by Park Shin Hye)

Lirik ini pas banget buat ngewakilin cara berinteraksiku dengan salah seorang sahabat.

Banyak orang yang bilang klo dia orang yang dingin, gak berekspresi, galak, dll (kayaknya ini malah pendapatku sendiri. Hehe…). Tapi, ketika aku sedih, dia ada untuk menghibur. Ketika aku lelah, dia ada untuk menguatkan. Tentunya itu semua dia lakukan dengan caranya sendiri. Yang bahkan terkadang aku tak bisa mengerti. Namun, satu hal yang pasti: dia peduli, sangat peduli.

Dia memang bukan orang yang mudah untuk mengungkapkan sesuatu secara langsung. Dulu, aku bahkan sering merasa bahwa dia tak pernah peduli denganku. Semakin lama aku mengenalnya, semakin aku paham. Dia hanya butuh waktu dan kata-kata yang tepat untuk menyemangatiku.

Walau kini jarak memisahkan kita dan semakin banyak pula hal yang harus kau perhatikan - amanah-amanahmu, orang-orang yang kau sayangi, impianmu. Aku yakin, ukhuwah itu akan terus ada… Cinta itu akan tetap ada walau kau tak pernah mengucapkannya…

Without a word, you gave me your love…

26 Januari 2010

Terselip salam rindu untukmu yang tak dapat kusampaikan

(Aku bukan tipe orang yang mudah mengatakan rindu kepada orang lain secara langsung. Maaf.. Kamu pastilah mengerti. Kita kan setipe :p )

14 Jan 2010

Petualangan di Kota Kembang

Diposting oleh Zana di Kamis, Januari 14, 2010 14 komentar
Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Alhamdulillah.. Akhirnya kesampean juga buat berkunjung ke Bandung. Menyambangi saudariku yang sedang sibuk UAS dan juga nyelesein LPJ organisasi... :p

Ada banyak kejadian yang kualami selama di Bandung.

1. Untuk ke sekian kalinya aku ngelompatin pager yang tingginya sepaha dan aku waktu itu pke rok.. Jangan ditiru ya... Terutama buat temen2 akhwat ^^'

2. Takjub sama Dita yang sekarang udah bisa naek motor. Macho banget deh.. Apalagi klo pke helm full face punya si Sandi... Subhannallah... Aku aja sampe dikira diboncengin cowok :p Gak mau kalah sama Dita, pokoknya aku harus bisa naik motor! Semangat, Eka!!

3. Udah ada yang merasakan tinggal di kosan yang pke hijab? Yup, aku pernah! Di Buah Batu, Dita tinggal berdua sama adiknya yang ikhwan, namanya Sandi. Mereka nempatin rumah Om-nya. Gak terlalu gede sih.. Ada 2 kamar, 1 kamar mandi, dan ruang tamu yang merangkap sebagai ruang belajar, ruang nonton, sekaligus dapur (mirip kamar kosan gitu lah kondisinya). Tapi, yang bikin beda, ruang tamu itu dipisah menjadi 2 bagian oleh gorden. Itulah hijab kami. Hijab yang membatasi wilayah ikhwan (Sandi) dan kami, para akhwat yang numpang nginep di situ :p

Hijab alias batasan antara laki-laki dan perempuan harus terus dijaga dong… Tul gak? ^^


4. Ini yang ditunggu-tunggu dan emang jadi agenda utamaku di Bandung: Bosscha!! Yup, Bosscha, I’m coming!! Aku, Dita, Hana, dan Diah pun berangkat dari Telkom jam 7 pagi. Dengan berbekal 2 motor pinjaman dari anak Telkom (gak modal banget ya? Hehe…), kami pun berangkat menuju Lembang. Aku dibonceng Dita dan Diah dibonceng Hana. Wah, jarang-jarang akhwat konvoi pke motor (waktu SMA dulu gak boleh sama ikhwannya :p ). Sebelumnya kami juga dibekali peta Bandung sama Kak Dhila, akhwat Telkom 2007. Yah, walaupun Dita dan Diah kuliah di Bandung, itu gak menjamin klo kami gak akan nyasar. Yup, akhirnya kami nyasar… :p Kami nyasar di suatu tempat yang ternyata namanya Jl. Sunda.

Kembali lagi ke peta Bandung. Gak ada yang ngerti peta. Akhirnya telpon Adit, ikhwan Syaja’ah yang kuliah di ITB. Nanya2 jalan. Kak Evan juga ditelpon. Semua kenalan di Bandung ditelponin deh…

Ternyata masalahnya bukan cuma gak tau jalan aja… Ditambah ban motor Dita yang bocor... Ditambah lagi hujan deras… (gak ada yang bawa jas hujan) Ditambah lagi ternyata speedometer motornya Hana mati… Yang paling parah adalah… Rem motor Hana blong!

Hal-hal itu membuat kami berpikir 2 kali untuk melanjutkan perjalanan. Dengan menimbang berbagai hal, akhirnya kami memutuskan untuk membatalkan kunjungan kami ke Bosscha.. Hiks… Sedih… Padahal itu obsesiku dari SMA… Next time.. Semoga Allah masih berkenan mempertemukan qt ya, Bosscha… ^^

Akhirnya kami memutar arah menuju ke Unpad Dipati Ukur. Di situ mampir ke kosan punyanya Neneknya Diah. Istirahat sekalian makan siang pke mie yamin. Itu mie yamin termahal yang pernah kubeli, harganya Rp 12. 000,- Tekor deh… T_T

Berhubung gak ada yang tau jalan pulang, akhirnya si Adit kami minta untuk datang ke tempat kami dan jadi penunjuk jalan sampai kembali lagi ke Buah Batu :p Jazakallah ya…

5. Ini dia sesi yang seru bersama dengan kawan-kawan baru. Saudari-saudari baru… Namanya Nana dan Laila.. Mereka itu akhwat yang super duper ramah. Karena temen2nya Sandi yang notabene ikhwan-ikhwan mau nginep di tempatnya Dita buat belajar UAS, akhirnya akhwat-akhwatnya yang ngalah. Kami ngungsi ke tempat lain. Alhamdulillah ada yang bersedia menampung kami. Siapa lagi klo bukan Nana dan Laila. Mereka bener2 membuatku merasa di rumah sendiri. Benar-benar memuliakan tamu… Subhanallah deh…

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamu.” (Al-hadits)


Apalagi waktu sesi nonton film Korea, You’re Beatiful… Film yang kocak abis tapi juga bisa bikin aku nangis sesegukan… Mereka ketawa sejadi-jadinya pas tau aku nangis… Hiks.. Belum nonton film itu sampai selesai. Baru sampai episode 7. Dan aku udah ngancem Dita untuk ngopy itu film buat ditonton bareng klo dia pulang ke Depok. Hehe…

6. Sesi beli oleh-oleh.. Berangkat berdua sama Dita ke Gasibu naik angkot jam 7 pagi (kali ini gak dapet pinjeman motor :p dan Hana juga lagi di kosan Diah di Jatinangor). Ternyata Gasibu itu rame banget.. Sarapan di situ, terus langsung cao ke Pasar Baru buat beli oleh-oleh Ibu sama Nia. Aku sama Dita juga beli rok yang sama. Kembaran gitu deh… Hehe… Habis dari Pasar Baru langsung ke Dago buat beli brownies Amanda kesukaannya Iqbal.

7. Akhirnya petualangan kami di Bandung pun harus berakhir. Hiks.. Sedih harus pisah sama mereka.. Apalagi mengingat film yang kutonton belum selesai. Hehe.. Gak ding.. Beneran sedih kok.

Di bus pas pulang pun aku dan Hana gak dapet tempat duduk. Lumayan juga berdiri di bus… Jadi bisa ngerasain gimana capeknya Bapak yang lebih mengutamakan anaknya dan Ibu untuk duduk daripadanya dirinya sendiri yang juga harus menggendong tas yang tidak enteng…
Alhamdulillah, setelah berdiri berkilo-kilo meter di tol Cipularang, ada Mas baik hati yang menawarkan tempat duduk untukku dan Hana.

“Teh, silakan duduk…” Kata-kata yang terdengar indah di kala kaki memang sudah mulai pegel berdiri. Jazakumullah ya Mas.. Orang baik itu masih banyak ternyata. Hehe…

Begitulah… Petualanganku bersama dengan akhwat-akhwat Syaja’ah (walau gak lengkap) pun berakhir.. Jazakumullah khair untuk 4 hari yang seru di sana… ^^

14 Des 2009

Karena Kita Harus Siap

Diposting oleh Zana di Senin, Desember 14, 2009 13 komentar
Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Anda siap menjadi pemimpin?

Jika suatu saat ada yang bertanya pada kalian dengan pertanyaan di atas, apa jawaban kalian? Apakah dengan penuh keyakinan dan percaya diri kalian akan menjawab, “Insya Allah siap!”? Atau… Dengan sedikit atau bahkan sepenuhnya ragu kalian akan menjawab, “Saya tidak siap!”?
Ada banyak hal yang bisa kupelajari dari beberapa peristiwa beberapa hari ini. Salah satunya adalah kesiapan untuk menjadi pemimpin.

Emangnya siapa sih yang mau menjadi pemimpin? Amanahnya berat. Pertanggungjawabannya pun akan berat. Bukan hanya kepada anggota organisasi yang akan kita pimpin saja, tetapi juga kepada orang tua, keluarga, sahabat-sahabat yang sudah percaya dengan kemampuan kita, dan yang paling utama dan paling berat adalah kita harus mempertanggungjawabkan kepemimpinan kita kelak di hadapan Allah SWT.

Khalifah Umar bin Khattab pun sangat takut jika dalam kepemimpinannya ada seekor keledai yang mati karena kelaparan. Hei, itu hanya binatang, Kawan! Ya, dia memang hanya seekor binatang. Nasib binatang saja harus dipertanggungjawabkan. Apalagi nasib orang-orang yang beliau pimpin? Subhanallaah…

Sebegitu beratnya amanah untuk menjadi pemimpin, sampai-sampai gunung-gunung pun tak berani untuk memikulnya. Namun, kepada kita – manusia – Allah telah mempercayakan itu semua. Ya, Allah telah mempercayakan amanah langit itu untuk kita. Masihkah kalian tak percaya bahwa kalian sanggup memikulnya?

Bukan masalah ingin atau tidak, mampu atau tidak, dan siap atau tidak. Ini adalah masalah tanggung jawab. Tanggung jawab terhadap semua kepercayaan yang telah diberikan kepada kita.

Amanah bukanlah hal yang patut diminta. Tapi, ketika amanah itu sudah dipercayakan kepada kita, kita harus siap dan total. Tunjukkan bahwa kita mampu menjalankan amanah itu dengan baik. Jangan membuat orang-orang yang memberi kepercayaan itu kecewa.

Just do your best! Dan biarkan Allah, Rasul, dan orang-orang yang beriman yang menilai kinerja kita..

“Dan katakanlah, ‘Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS At-Taubah : 105)

Mengutip perkataan salah seorang saudariku, Kirana:

Bismillahirrahmanirrahiim.

Aku harus mempertanggungjawabkan keberadaan namaku yang berhari-hari ‘mejeng’ di spanduk yang tergantung di sekre square itu. Spanduk yang menyiratkan harapan akan pemimpin FUKI yang baru. Aku tidak bercita-cita menjadi seorang kaput, tapi aku hanya berharap Allah menunjukkan yang terbaik untuk melanjutkan kepemimpinan FUKI 2010. Semangat, teman-temanku!


Yup, seperti inilah semangat yang harus kita tunjukkan, Kawan! Semangat untuk mempersembahkan yang terbaik untuk Islam! Untuk dakwah di Fasilkom UI yang lebih baik.

Semoga dari tangan-tangan kita, Islam itu akan bangkit. Setidaknya melalui tangan-tangan ini, kebangkitan itu mulai tercipta…

Inilah dunia kita! Jalan cinta para pejuang! ^^

3 Nov 2009

Surat Darinya...

Diposting oleh Zana di Selasa, November 03, 2009 2 komentar

Assalamu'alaikum Wr Wb

Hari ini terbentuk dari masa lalu
Masa depan terbentuk dari hari ini
Benar bukan?

Tiga kata tlah mengubah dekade kedua dalam hidupku
Tiga kata tlah mengantar pada salah satu hal yg kucari
Tiga kata tlah membuka jalan baru

Menyesal? Never

Tak kenal, tapi tahu. Itulah masa SD kita..
Menyesal di awal, tp smg happy ending d akhir. Itulah masa SMP..
Perjuangan dengan 'sedikit' bumbu2 intrik. Itulah masa SMA.

Benci? Tak akan

Aneh sering terpikir..
Tak sedikit sepertinya salah kata dan ucapku padamu
Tak sedikit harusnya sakit hatimu
Tapi kamu tetap duduk di sampingku
dengan wajah dudul tersenyum, seakan menungguku bicara

Anti kasysyams..
Itulah yang kurasakan.
Matahari yang kuat dan tegar. Menjulang tinggi di langit.
Aku tegar? salah.
Kamu lah yang demikian..

Tapi terkadang sinar kuatmu bisa ditutupi kelembutan awan.
Itulah kamu yang mudah tersentuh

Layaknya matahari menyinari bumi,
Kehadiranmu begitu diharapkan
Pesonamu membuat silau
Dan orang akan tersenyum menyambut hangatmu..

Matahari mencintai langit yang biru.
Tempatmu lah di atas sana.
Tak perlu ragu..
Tak perlu takut..
Tak akan sendiri..
Aku lah bayang. Akan selalu mengikutimu. Melihatmu..
Tak perlu menunduk ke bawah untuk mencari.
Karena aku ada dimana matahari bersinar
Panggillah dan aku kan kembali

Anti kasysyams..


Tiga kata itulah yang menyadarkanku..
Perpisahan ini bukanlah perpisahan
Karena hati2 kita tlah disatukan oleh-Nya
Karena tujuan perjuangan kita sama
Karena langit ini masih terbentang di seluruh belahan bumi

Terima kasih tlah membimbing slama ini..
Mohon maaf atas segala khilaf

Semoga usianya berkah.
Semoga dapat menjadi orang yang berguna dan menyenangkan untuk orang lain..
Semoga trus istiqomah utk menjadi pejuang di jalan-Nya
Semoga sukses dunia akherat

Semoga kita tak menyia2kan kesempatan yang datang hari ini.
Semoga kita tak menyepelekan persiapan hari ini.

Tiga kata itu tlah membuktikannya..
Sederhana dan simple. Tp tak kan terlupa..
"Berapa nilai Matematikanya?"

Wallahua'lam...


Sukses membuatku menangis di Lab Fasikom. Jazakillah, ya Ta... Udah nemenin aku di kala aku senang, susah, sedih, khilaf, dan kondisi2 yang aneh bin ajaib lainnya...
Love u coz Allah...

28 Jul 2009

Tilawah Everyday

Diposting oleh Zana di Selasa, Juli 28, 2009 6 komentar
Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Hari Minggu kemarin (26 Juli 2009), salah seorang kawan kita dari Fasilkom UI pergi ke tanah rencong. Yup, Asfaari Raasyidah akan mewakili UI untuk mengikuti lomba MHQ (Musabaqah Hifdzil Qur'an) cabang 2 juz. Iid bakal dites untuk melanjutkan ayat2 yang dibacakan oleh dewan juri secara acak dari juz 2 hingga juz 3. Subhanallah ya..

Jadi inget waktu aku lagi tes hafalan. Dan ternyata… Jeng jeng jeng… Yang ngetes aku itu adalah kakak kelasku di 28. Hoho.. Betapa kaget dan nervousnya aku. Dites sama hafizhah-nya langsung.

Aku kebagian giliran ketiga. Sambil muraja’ah (ngulang2 hafalan) aku ngintip temen2ku yang dapet giliran pertama dan kedua. Makin keringat dinginlah aku.. >_<

Tibalah giliran… Aku langsung mendekat ke kakak itu. Sambil berbisik, “Jangan susah2 ya, Kak!” (emang dasar anak bandel :p)

Alhamdulillah… Lumayan lancar. Walau ada dua pertanyaan yang gak bisa dijawab ^^;

Ada kata2 kakak itu yang kuingat. Kurang lebih kata2nya seperti ini.

“Hafalan kita akan membantu kita untuk menaiki tangga menuju syurga. Semakin banyak hafalan kita, akan semakin tinggi pula tangga yang dapat kita pijak. Kan rasanya gimanaaa gituu klo kita tertahan di tangga terbawah karena terhalang oleh hafalan kita yang sedikit.”

Bak disulut api (tapi bukan marah2 lho ya.. ^^), aku langsung kembali bersemangat untuk menambah hafalanku yang emang masih dikiiiiiiiiiittttt banget klo dibandingin sama Iid apalagi sang kakak itu.

Yuukkk.. Kita sama2 mendekatkan diri sama Surat Cinta dari Allah. Tilawah setiap hari.. Walau hanya sampai 1 ‘ain atau satu halaman atau bahkan lebih dari itu. Sedikit demi sedikit kita tambah hafalan kita. Semoga ayat2 yang kita baca dan hafalkan bisa menjadi saksi di akhirat kelak dan bisa membawa kita untuk menapak ke tangga syurga yang tertinggi. Aamiin!!

“Sebaik-baik manusia adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (Al hadits)

10 Jul 2009

Kerusuhan di Resepsi Pernikahan

Diposting oleh Zana di Jumat, Juli 10, 2009 16 komentar

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Alhamdulillah.. Minggu tanggal 5 Juli 2009 (tanggal yang di foto salah ^^ )kemarin sahabat kami, Isriyanti melangsungkan akad nikah dengan sang Pangeran yang telah menjemputnya, Luqman Hakim ^^

Sebagai kawan yang baik, anak2 eks 3-1 berencana untuk hadir di resepsinya. Setelah perdebatan yang cukup lama di note facebook-nya Odit, akhirnya kami memutuskan untuk membeli hadiah bed cover untuk pasangan pengantin yang sedang berbahagia itu. Sebelumnya, bahkan ada yang mengusulkan,

“Beli magic jar aja. Biar cinta mereka selalu hangat.”
“Ato, qt beli bantal cinta aja.”
Dan segala bentuk ide2 “unik” lainnya ^^; Kami pun membuat kesepakatan untuk berkumpul di halte seberang SMA 38 dan berangkat bersama2 menuju lokasi resepsinya Iis jam 12.30. Karena banyak hal yang tidak terduga (^^;) akhirnya aku telat deh… Aku berangkat bareng sama Dita jam 13.00. Macet pula.. Lengkaplah sudah keterlambatanku… Odit sama Risti miscall-in hp lebih dari 10 kali. Mau gak mau mereka harus tetep nunggu karena yang bawa kadonya itu aku sama Dita. Aku hanya bisa bilang, “Maaf ya… Macet banget ni… Sabar ya, Dit…”

Setelah sampai di lokasi, mereka langsung menyambut dengan teriakan, “Itu dia! Akhirnya mereka dateng!!!!” Padahal aku udah membayangkan bakal dapet omelan dari mereka yang sudah menunggu selama hampir 2 jam (aku nyampe sana jam 14.45).

Berpeluk2an, salam2an, yaaaahhhh… Kayak reunian gitu deh. Hehe… Terus ada yang nyeletuk, “Tau gak? Afra tadinya mau ngomelin lu berdua tau! Tapi kayaknya gak jadi. Gak berani sama Dita kayaknya. Hehe…” (Afra, maaf banget ya!)

Gerombolan eks 3-1 pun berangkat menuju lokasi. Seperti biasa, di mana pun, kapan pun, sepertinya kami memang selalu membuat kerusuhan. Mulai dari meja penerimaan tamu. Kami main dorong2an untuk ngisi buku tamu. Mau salaman sama pengantin aja pke acara gambreng dulu (lebay). Hehe..

Terharu… Iis menyebutkan nama kami satu per satu dan memperkenalkan kami ke suaminya, “Mereka temen2 SMPku dulu..”.

Kehebohan gak berhenti sampai situ. Setelah salaman, seharusnya kami menuju tempat prasmanan. Pagar ayu sudah bersiap menyambut kedatangan kami dengan senyuman dan piring kosong lengkap dengan sendok, garpu, dan tissue. Dan apa yang kami lakukan? Kami langsung belok arah menuju kursi untuk tamu undangan karena kami sama2 malu untuk memulai makan.

Kami pun tak bisa duduk dengan tenang. Kami asyik sendiri dengan candaan2 kami. Maklum lah… hampir 4 tahun gak ketemu. Kami ber-ngocol2 ria.. Foto2 sendiri… Bahkan fotografer pernikahannya Iis pun kami mintai tolong untuk memotret kami semua. Astaghfirullah… Maafkan kami ya, Iis… ^^;

Setelah bercanda, kami menyadari klo perut kami mulai keroncongan. Tapi, gak ada satu orang pun yang berani untuk ke tempat prasmanan. Tiba2 ada suara yang timbul dari kursi belakang,
“Ah, pada cemen lo semua! Ok, gw duluan deh yang ke sana.”
Dengan gagahnya Cacu menuju tempat prasmanan. Jepret! Kejadian itu langsung aku foto. Terima kasih kepada Saudara Cacu yang berani memulai, akhirnya kami pun mengikuti jejaknya menuju tempat prasmanan. Hehe…

Selama makan, kami cukup bisa tenang. Makanan habis, kami kembali heboh sendiri. Mas-mas fotografernya berkali2 melihat ke arah kami dan memfoto plus merekam aksi kami di sana. Suami Iis juga kulihat berulang kali memperhatikan kursi kami dengan wajah heran ^^;

Begitulah kami… Dengan segala kehebohan dan kenarsisan kami, kami berusaha untuk membahagiakan Iis (halah, lebay!).

Barakallah untuk Iis dan suami.. Semoga dapat membina rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.
Banyak anak banyak rezeki, Is (pesan dari Saudari Risti) ^^;

25 Mei 2009

Mendeteksi Penyakit Lewat Telapak Tangan

Diposting oleh Zana di Senin, Mei 25, 2009 9 komentar

Bismillaahirrahmaannirrahiim...

Ikutan Tafakur Alam 28 emang bener2 bawa manfaat ^^

Bisa kenalan ma adek2 kelas X.. Bisa kumpul bareng alumni 28 yang lain juga. Alumni akhwat kurang lebih ada 9 orang yang dateng (dari angkatan 2004-2008). Serasa jadi adek paling imut (soalnya aku satu2nya anak 2008. Hehe...)

Pas malam terakhir di sana, aku agak kurang enak badan. Terus Mba Rosma (2004) langsung memeriksa telapak tanganku. Ada apa gerangan dengan telapak tanganku?

Ternyata eh ternyata, Mba Rosma tau cara deteksi penyakit lewat telapak tangan. Jadilah malam itu aku dan alumni yg lain berguru sama Mba Rosma tentang cara deteksi penyakit lewat telapak tangan ^^


1. Kolesterol
Nah, klo ruas jari bagian atas kamu warnanya lebih merah dari telapak tangan, kamu harus waspada nih.. Itu berarti kandungan kolesterol di badan kamu cukup banyak. Bisa disebabkan karena banyak makan gorengan atau makanan berkolesterol lainnya.
Sedihnya... Berarti kandungan kolesterol di badanku banyak. Hiks...

2. Gula
Untuk mengecek kadar gula dalam tubuh, bisa dilihat dari kulit jari tangan di bawah kuku. Klo warnanya kehitaman, itu berarti kadar gula dalam darah kamu cukup besar. Berarti harus mengurangi makanan yang mengandung gula...

Eits, tapi kamu juga jangan langsung beralih ke gula buatan kaya Tropi**** Sl*m atau merk lain yg katanya bisa jadi solusi mengurangi gula darah. Itu salah besar!
Emang sih.. Aspartam itu rasanya manis. Tapi, sebenernya Aspartam lah penyebab penyakit Diabetes terbesar yang menyerang penduduk Indonesia. Jadi, saran saya.. Lebih baik mengkonsumsi gula asli daripada gula buatan. Resikonya lebih kecil.

Klo mau tau info lebih lanjut tentang Aspartam, Googling aja yah... ^^

3. Kesuburan
Gak tau sih apakah ini berlaku untuk laki-laki juga atau gak. Menurut Mba Rosma, kesuburan wanita bisa dilihat dari kuku ibu jarinya. Biasanya di kuku bagian bawah kan ada lingkaran yg warnanya agak keputihan tuh.. Nah, semakin besar lingkaran itu, berarti semakin subur juga seorang wanita.
Tapi, itu cuma secara medis ya.. Harus tetep inget klo Allah Maha Berkehendak. Kita akan mempunyai keturunan dengan se-izin-Nya. Jangan khawatir.. ^^

4. Konstipasi alias sembelit
Klo (maaf) BAB kurang lancar, itu juga bisa terlihat dari telapak tangan kita lho.. Urat-urat yg ada di telapak tangan biasanya berwarna kehitaman klo kita gak lancar BABnya.

Sebenernya sih masih ada banyak yg mau aku share.. Tapi, berhubung lupa dan ingetnya cuma segitu aja... Ya sudah.. Semoga bermanfaat.. ^^

11 Mei 2009

Di Balik Submit Terlambat

Diposting oleh Zana di Senin, Mei 11, 2009 9 komentar
Bismillaahirrahmaanirrahiim...

Alhamdulillah.. Bisa ngupdate blog lagi ^^..
Setelah pergelutan dengan tugas2 selama 2 minggu dan akan ada pergelutan yang lebih seru di minggu ini...

Kesabaranku bener2 diuji. Pas lagi banyak2nya deadline tugas, laptop kesayanganku itu rusak.. Layarnya tiba2 mati...

Dan, coba kalian tebak ada berapa tugas yg belum kuselesaikan? Hampir semua!

Untunglah.. Ada banyak orang2 baik di sekelilingku...

Ibu... Beliau yang menenangkanku saat aku lagi pusing2nya dengan tugas2 yang belum selesai. Beliau yang membawa laptopku ke tempat service.. Beliau juga yang ngasih pengertian ke adek2 waktu mereka berusaha untuk "mengganggu"ku (maaf ya Dek.. Waktu itu lagi sensi bener ^^;)
Makasih ya Bu.. ^^

Mas Yudi... Yang merelakan laptopnya kubajak hingga tengah malam. Padahal dia juga lagi nyiapin power point buat seminar di kampus. Akhirnya yang "tewas" duluan malah Mas Yudi (kayaknya kelamaan nunggu laptopnya kembali ke haribaannya. Hehe..)
Makasih ya Mas.. ^^

Tiara.. Yang merelakan laptopnya kubajak juga selama satu malam. Ho.. Tiara... I love u so much!

Nila.. Rina.. Miftah... Yang rela menemaniku menjadi manusia Lab selama sehari. Padahal klo mereka mau, mereka bisa aja ngerjain tugasnya di tempat lain yang lebih nyaman.
Makasih semuanya!!

Nah, yang terakhir ini adalah yang paling spesial. Siapa Dia? Ya, Dia adalah Rabbku yang selalu memberiku ketenangan dan kemampuan untuk mengalahkan segala perasaan galau.
Laa haulaa walaa kuwwata illa billaah..
Tiada daya dan tiada upaya melainkan dengan Allah...
~Serasa artis yang baru memenangkan award. Kebanyakan ucapan terima kasih. Hehe... ^^

20 Apr 2009

Mis Komunikasi :p

Diposting oleh Zana di Senin, April 20, 2009 5 komentar
Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Apa yang terjadi kalau kita salah mengartikan kata2 dari lawan bicara kita? Mungkin hasilnya akan seperti ini.. ^^;

Suatu hari sobat SMPku menelpon. Perbincangan sangat seru terutama waktu dia bercerita tentang pacar terbarunya ^^;
Ditambah lagi ketika dia bercerita tentang Maple, C++, Java, dan konco2nya yang paling jago membuatku pusing 7 keliling.
Di tengah keasyikannya bercerita, tiba2 dia mengucapkan salam.

"Assalamu'alaykum!"
dengan suara yang tegas dan nyaring bunyinya.

Pertanyaannya:
Kira2 apakah maksud "salam" itu?
a. Salam untuk mengakhiri percakapan telpon
b. Cuma iseng aja

Hatiku berkata bahwa salam itu dimaksudkan untuk mengakhiri percakapan. Maka, langsung kujawab salam itu,
"Wa'alaykumussalam."
Tuuuut.... Tuuuuttt... Percakapan langsung kututup.

Dan ternyataaaa.......
Sobatku itu meng-SMS:

Dodol dimatiin! Orang gw baru masuk rumah. Ah, oneng kebangetan *****************

~maaf, harus ada yang disensor. Hehe...

Haha... Aku langsung ketawa sejadi-jadinya. Ternyata aku salah nangkep maksud salam itu. Kukira itu maksudnya dia mo nutup telpon :p

~Akhirnya dikatain oneng lagi.. Hiks...

" Jika kalian diberi salam penghormatan,balaslah dengan cara yang lebih baik atau dengan yang serupa. " ( QS An Nisa :86 )

25 Mar 2009

Eureka!!!

Diposting oleh Zana di Rabu, Maret 25, 2009 0 komentar
Hari ini ganjil sudah usia KIR SMAN 28... 19 tahun.. Udah bisa dibilang dewasa belum ya? ^^

KIR 28.. Dia yang mengubah aku menjadi aku yang sekarang. Seorang Eka yang pemalu menjadi Eka yang cukup pemalu (gak pemalu 100% ^^). Di sana tempat aku bertemu dengan kawan2 seperjuangan. Di-briefingin bareng2, bayar "utang" bareng2, ngajuin "konsekuensi" bareng2, ngadain acara bareng2, nge-lobi kedua Mami Papi Pembina bareng2, yah.. semuanya bareng2 lah!

Aku akan mencoba untuk mendeskripsikan kawan2 seperjuanganku, Noctons tercinta!

Dimulai dari BPH. Dita, seorang wakil ketua yang bener2 keren. Selalu bisa ngingetin aku klo aku salah dan lupa. Kata2nya "dalem" banget, deh! Uci, sekretaris I yang sungguh sangat jeli dan teliti dalam urusan keadministrasian. Pintar banget dan juga cewek yang amat sangat kalem ^^ Asri, sekretaris II yang sangat akhwat sekali.. (jangan GR ya bu..). Tapi jangan menganggap remeh dia. Dia itu klo lagi briefing. Beuh.. Mantab.. Iyang, bendahara I yang juga sangat kalem dan baik hati. Gak akan ada orang yang tersinggung klo dimintain uang kas sama dia. Hoho... Hanny, bendahara II yang sangat polos. Sering banget jadi bahan ledekan anak2 KIR yang lain. Tapi, klo dia udah senyum... Dunia seakan dipenuhi dengan bunga2 nan indah (lebay dikit).

Lanjut ke Humas Intern dan Ekstern. Di sana ada Mirna, Septi, Kholilah, Vani, dan Yoga. Mereka ini care banget sama yang namanya pulsa. Hehe... Terus paling rajin ngedatengin kelas2 para pengurus klo ada rapat atau pertemuan.

Bidang IPA. Diketuai Putri, seorang yang sangat cinta dengan biologi dan matematika. Dia juga jago banget debat. Di bidang IPA ini ada banyak orang2 yang sering ikutan lomba2 Sains. Ada Lina... Yang katanya sih kalem, padahal.... (tebak lah sendiri). Ada juga Tiara... Pinter dan sangat kalem. Jilbaber yang disukai sama adik2 kelas. Ada Hendra yang dulunya mungil banget tapi sekarang udah menjulang tinggi. Matematika sama Kimia jangan diragukan lagi. Ada Oman juga yang kadang suka aneh sendiri. Hehe....

Bidang IPS. Diketuai Endah. Akhwat yang canggih banget ilmu ekonominya. Seneng banget sama yang namanya debat. Dede... anak IPA satu2nya yang ada di bidang IPS. Dede itu orang yang cukup polos menurutku. Tapi, kadang suka aneh juga, sih... Ria... mmm... anaknya manis banget. Wahyu... dia benar2 cowok yang paling baik di kepengurusan KIR angkatanku. Terima kasih atas semua bantuannya ya! ^^ Lulu... orang yang jago nge-lobi guru. Sangat bersemangat dan bisa jadi temen debat Endah dalam adu argumen bersama Papi Pembina ^^

Bidang APTEK. Diketuai sama Ipeh. Ipeh ini orangnya lucu.. tapi pinter banget.. punya semangat yang tinggi pula. Salut buat Ipeh! Ada Dennie.. soulmatenya Yogo. Mereka berdua adalah orang paling suka ngeledekin aku. Jangan pernah menyinggung nama "orang" itu atau mereka akan membuat mukaku merah seketika. O'im.. Walaupun dia baru gabung pas kelas XI, tapi dia itu punya semangat yang luar biasa. Bisa diandelin untuk menjadi sarana curhat adik kelas ^^. Dirga... hmmm.. sulit untuk dideskripsikan... ^^ Siti... aih... akhwat ini paling berhak menyandang Kakak ter-Kl*p** pas pengukuhan KIR ^^

Bidang Kreativitas. Diketuai sama Resta. Akhwat yang kreatif dan termasuk yang disukai sama adik kelas juga ^^. Vinda... mmm... badannya mungil.. kalem.. baik banget lah pokoknya. Selvi.. sebenernya termasuk orang yang cerewet dan gak bisa diem ^^ tapi dia itu kreatif banget dalam hal membuat mading. Akbar.. satu2nya cowok di bidang ini. Terobsesi banget sama yang namanya gambar robot. Dia juga jago nge-design lho..

Bidang Kaderisasi. Nah, bidang yang paling ditakuti sama kelas X ini diketuai Fallery. Badannya tinggi menjulang (tapi sekarang sudah terkalahkan oleh Hendra). Suka jaim2 gak jelas tapi kadang bisa jadi orang yang super duper cuek. Tingkahnya juga susah banget ditebak. Echa.. wah... cewek yang satu ini klo gak salah (berarti bener) jadi Kakak ter-G***k pas pengukuhan ^^ Suaranya itu klo lagi briefing. Beuh.... Yogo... soulmatenya Dennie yang punya sejuta ide untuk membuat sesuatu yang fantastis. Gokil banget.. tapi kadang2 bisa jadi orang yang super jaim di depan adik kelas. Pipit... weits... Orang yang sangat tegas. Andan.. klo kata temen2 seangkatanku, dia satu2nya orang yang terlihat paling adem ayem di kaderisasi. Buat netralisir keadaan kaderisasi. Hehe...

Walau kepengurusan udah slese dan kita udah terpisah2 kampusnya. Semoga Allah selalu mengikat pesaudaraan kita ya! Bersyukur karena sudah dipertemukan dengan kalian dan keluarga KIR28 lainnya. Alumni2 yang gokil dan adik2 kelas yang canggih2.

Met milad KIRku... Semoga semakin jaya! KIR28! Eureka!! ^^

~Nos Combats ne sont pas Finis (Perjuangan kami tak akan pernah berakhir)
Noctons 18

18 Mar 2009

Jadi Diri Sendiri Aja

Diposting oleh Zana di Rabu, Maret 18, 2009 13 komentar
Bismillahirrahmaanirrahiim...

Beberapa hari yang lalu sepulang kuliah, aku naik angkot untuk pulang. Penumpang angkotnya emang sedikit. Cuma ada 4 orang, supir angkotnya, aku, dan sepasang muda-mudi yang lagi dimabuk asmara (ceilah...). Aku gak akan membahas betapa angkot serasa milik mereka berdua (pemandangan yang kurang enak menurutku ^^;). Gak sengaja (apa sengaja, ya?) aku mendengar pembicaraan mereka berdua. Cuplikannya kurang lebih seperti ini.

Cewek : Sayang, aku sebel banget deh sama Mama Papa. Mereka tuh kayaknya lebih sayang sama kakakku dibanding aku. Dari TK sampe tempat kuliah harus sama kayak kakak. Aku kan gak suka digituin. Aku ya aku. Kakakku ya kakakku.

Cowok : Itu cuma perasaan kamu aja kali. Mama Papa kamu pasti sayang sama kamu kok. Gak ada orang tua yang gak sayang sama anaknya.

Cewek : Tapi itu keliatan banget, Sayang. Semua yang dia minta pasti diturutin. Klo aku emang bukan anak kandung Mama Papa, sih aku bisa maklum. Tapi kan aku anak kandung mereka?!

Astaghfirullah... Si cewek itu sampai2 su'udzon sama Mama Papanya sendiri!

Sebagai anak pertama (^^), ingin rasanya aku bilang ke cewek itu, "Mba, jangan su'udzon sama orang tua. Lagipula seorang Kakak itu pastilah ingin memberi contoh yang baik untuk adiknya. Gak ada tuh yang namanya ingin menyombongkan diri di hadapan adiknya." (kebawa esmosi) :p

Orang tua mungkin saja menaruh harapan yang sangat besar untuk anak sulungnya. Berharap dia bisa menjadi contoh dan membawa semangat tersendiri bagi adik2nya.
Klo ditanya, "Pasti jadi anak pertama itu punya beban yang cukup berat, ya?" Akan kujawab, "Ya."

Aku ingin menunjukkan ke adik2ku, "Mba aja bisa! Kalian juga insya Allah bisa! Bahkan kalian bisa lebih baik dari Mba!" Setidaknya apa yang sudah aku lakukan bisa menjadi pelajaran buat adik2ku. Mereka bisa belajar dari kegagalan2ku sehingga mereka lebih berhati2 dalam mengambil keputusan dan bertindak. Mereka juga bisa belajar dari keberhasilanku sehingga mereka terpicu untuk melakukan keberhasilan2 lain yang lebih banyak lagi.

Aku juga cukup mengerti bagaimana rasanya jadi anak bungsu. Sahabatku sewaktu SMP juga telah memberi gambaran betapa sulitnya menjadi anak bungsu. Ia selalu dituntut orang tuanya untuk sukses seperti kakak2nya. Orang tuanya jadi over protected. Keluar rumah dibatasi, bahkan jika ada telepon masuk untuknya, pasti tidak akan pernah disampaikan. Alasan orang tuanya biasanya, "Oh, dia lagi main," atau "Dia udah tidur." Begitulah... Aku sukses menelepon dia hanya beberapa kali saja, itu juga saat orang tuanya sedang tidak di rumah. Sampai2 ia agak frustasi dan menjadikan tubuhnya sebagai pelampiasan jika dia sedang kesal (masih inget ceritaku waktu SIWAK NG?).

Belum lama ini aku SMSan sama dia. Alhamdulillah, sepertinya kebiasaan buruknya itu sudah ditinggalkan. Dia lebih bisa menguasai emosinya sendiri. Kini, dia berhasil masuk jurusan yang sesuai dengan minatnya. Subhanallah... Dia itu sangat tegar!

Kuncinya ada di dalam diri kita sendiri. Tak peduli apakah kita anak pertama, anak pertengahan (maksudnya posisinya di tengah, punya kakak dan juga punya adik ^^), ataupun anak bungsu. Kita lah yang paling mengetahui kelebihan dan kekurangan diri kita. Yang harus dilakukan adalah tetap menjadi diri sendiri dan berusaha untuk memaksimalkan potensi yang kita punya. Posisi kita di keluarga dapat dijadikan motivasi.

Dek, lihat ya. Kakak aja bisa, kalian juga pasti bisa!

Kak, lihat ya. Adek juga bisa jauh lebih berprestasi daripada Kakak, lho!

21 Feb 2009

Truth or Truth

Diposting oleh Zana di Sabtu, Februari 21, 2009 4 komentar
Bismillaahirrahmaanirrahiim...

Saat ini aku sedang berada di rumah Pipit. Numpang tidur sehari abis jenguk Yuri di RSPAD Gatot Subroto.

Berangkat dari Fasilkom sekitar jam 14.20 bareng sama Pipit, Ikhma, Tiara, Ade, Yasmin, Kirana, sama Feby. Kita semua ke rumah sakit naik mobilnya Pipit. Di jalan mampir dulu ke toko buah. Terus, yang ditunjuk buat beli buah sama anak2 yang lain ya aku, Pipit, sama Ikhma. Harap maklum. Kami bertiga memang belom biasa belanja buah sendiri. Akhirnya pilih2 buahnya lumayan lama dan sukses bertemu ulat bulu di sela2 buah jeruk. Hii.... Ngeliatnya aja udah bikin gatel.
Nyampe RS udah sore sekitar jam 16.30. Abis shalat Ashar baru deh kami menuju ruang perawatan Yuri. Untuk masuk ke kamar Yuri harus pake baju khusus dan jumlah penjenguk yang masuk ruangan maksimal 2 orang. Karena jumlah kami kebetulan genap ( 8 orang ), jadinya pas deh.. Ikhma sama Kirana, aku sama Feby, Tiara sama Pipit, terus Ade sama Yasmin.
Seneng deh. Yuri masih bisa mengenaliku dan temen2 yang lain. Walau masih terbata-terbata dan belum jelas. Tapi, kata Kak Yuki (kakaknya Yuri), itu merupakan suatu kemajuan. Alhamdulillah.. ^^
Gak lama, Pak Stef dateng. Kemudian disusul sama anak2 Fasilkom 2008 lain yang berjumlah 21 orang. Pak Stef dan temen2 yang datengnya belakangan harus nunggu Yuri pindah ruangan dulu. Nah, sambil nunggu Yuri pindah ruangan, kami mengobrol dengan Ibunya Yuri. Subhanallah.. Ibunya Yuri itu terlihat sangat sabar dan tegar. Kasih sayang Ibu memang sepanjang masa, ya...

Pulang dari RS sekitar jam 17.30. Mampir dulu ke Plaza Atrium buat shalat Maghrib sekalian nyari makan malam. Tak disangka2, ternyata di jalan kena macet. Udah jam 20.00 tapi masih kejebak di Matraman. Setelah diskusi yang cukup panjang, akhirnya aku, Tiara, Kirana, Ade, dan Yasmin memutuskan untuk nginep di rumah Pipit sampai besok pagi. Kami berlima gak berani pulang ke Depok. Takut kemaleman di jalan. Lagipula mana berani klo cuma berlima, cewek semua lagi.. ^^;

Nah, saat menginap di rumah Pipit lah semua hal itu terjadi. Halah! Lebay ah! Hehe...
Pokoknya seru dan yang terpenting bisa ngenet gratis :p plus bisa chatting sama orang Palestina, Hungaria, Turki, dll. Sekalian belajar B. Inggris dan nambah info tentang negara mereka.

Mmm... (ngeliat jam..). Ups, udah jam 4 pagi! Yang lain udah pada tepar tapi aku masih melek :p
Nanggung Shubuh, deh..

2 Okt 2008

Selamat jalan Shella...

Diposting oleh Zana di Kamis, Oktober 02, 2008 2 komentar
Hati yang terasa tenang seusai i'tikaf tiba2 menjadi gundah saat kubuka sms dari 3 orang temanku yang isinya...

Innalillahi wainna ilaihi raaji'un. Telah berpulang ke Rahmatullah teman kita Shella Merinda pada pukul 9 malam tadi.. Mohon doanya. Semoga diterima dsisi-Nya dan dterima amal ibadahnya. Amiin!

Aku bener2 kayak orang linglung selama beberapa menit. Shella? Shella Merinda? Ingatanku kembali terbang ke waktu dimana aku pertama kali masuk SMP..

Anak itu berjalan mendekatiku. Dengan membawa mukenanya dia duduk di sampingku yang sedang membuka sepatu. "Namanya siapa? Namaku Shella.." Anak itu sungguh sangat cantik dan ramah. Dia mengajakku mengobrol. Aku yang pemalu dan pendiam karena tidak ada satu pun teman SD yang bersekolah di SMP itu akhirnya ikut larut dalam obrolan yang seru dengannya.

Ah, Shella. Kau adalah orang pertama yang menyapaku saat itu. Kau juga orang pertama yang main ke rumahku.

Shella, kenapa kau pergi begitu cepat? Kepergianmu meninggalkan duka yang mendalam di Ramadhan tahun ini. Kau pergi meninggalkan kami di hari ke-tiga sebelum Idul Fitri tiba..

Semoga Allah memberikan akhir yang khusnul khatimah karena kau pergi saat kau membagi-bagikan makanan sahur untuk kaum dhuafa..

Selamat jalan Shella.. Kenangan itu akan tetap ada, Kawan...

4 Sep 2008

Dia adalah Dita

Diposting oleh Zana di Kamis, September 04, 2008 0 komentar
Sebenarnya aku kenal dengannya sejak SD, walau kami bukan dari SD yang sama. Kami sering bertemu dalam perlombaan. Perlombaan pertama yang mempertemukan kami adalah Lomba Murid Teladan. Kami satu ruangan. Namun, tak pernah sekalipun kami bertegur sapa padahal banyak anak-anak yang mengajaknya berkenalan. Entah mengapa aku begitu takut untuk menyapanya. Dalam pikiranku saat itu tertanam bahwa Dita adalah anak yang sombong dan belagu (sorry, ya.. :p ).

Begitulah yang selalu terjadi jika kami kembali bertemu di perlombaan lain selama kurang lebih 2 tahun berturut-turut. Tak pernah bertegur sapa.

Selulusnya dari SD, aku melanjutkan sekolah di sebuah SMP di daerah Lenteng Agung. Sekolahnya cukup bagus. Entah ada bisikan dari mana, tiba-tiba aku menanyakan pada Ibu, “ Bu, di 98 ada yang pake jilbab, nggak?” Ibuku mengangguk. Kulanjutkan, “Ada anak yang pake kerudung putih yang kayak dobelan itu nggak?” Ibuku kembali mengangguk. Dan, dalam pikiranku tercetuslah, “Masak harus satu sekolah sama Dita, sih????” Padahal aku sama sekali nggak tahu Dita akan sekolah di SMP mana.

Lagi-lagi aku dibuat terkejut dengan kenyataan. Di SMP itu aku ternyata SATU KELAS dengannya di kelas 1-4!! Oh… Mimpi apa aku saat itu. Selama MOS aku juga belum berani mengajaknya berkenalan. Dia terlihat pendiam. Boro-boro ngajak kenalan, ngedeketin aja belum tentu berani…

Hingga suatu hari Dita lah yang menyapaku duluan, “Nilai Matematikanya berapa?”. Pertanyaannya yang pertama. Bisa dibilang juga sapaannya yang pertama. Sapaannya yang tidak akan pernah terlupa. Karena, persahabatan kami diawali dengan kalimat sederhana itu.

Aku mulai belajar untuk memahaminya. Dita yang pemarah (^^!), cukup galak, tetapi memiliki kepribadian yang menarik yang selalu membuat orang lain ingin dekat dengannya. Dita yang begitu polosnya menanggapi anak-anak cowok yang jelas-jelas lagi pedekate sama dia. Yang paling kuingat adalah Rio. Kegigihannya dalam mencari segala jenis informasi tentang Dita membuatku cukup salut dengannya. Walau sampai saat ini mungkin cintanya itu masih bertepuk sebelah tangan (^^).

Aku sering curhat dengannya. Tentang C21, CK, Pluto, Lutfi, Afrizal, Nomor 1, Nomor 2, dan banyak lagi (nggak bisa keitung saking banyaknya!). Yang paling heboh dan sempat membuatku agak bermasalah dengan Dita adalah CK. Aku sempat salah paham sama Dita dan CK untuk masalah yang sebenarnya nggak penting. Yah, namanya juga lagi puber.. ^^ Begitulah… Mungkin sampai saat ini pun masalah itu masih mengganjal di hati Dita (bener, nggak?)

Masalah itu cukup dibahas sampai situ. Sekarang kita beralih ke kehidupan SMA. Aku seharusnya banyak berterima kasih pada Dita karena dialah yang memperkenalkanku dengan SMAN 28 Jakarta. Sekolah yang membawa perubahan kepada kami berdua.
Di sekolah itu kami berdua mulai dipercaya untuk mengemban berbagai amanah. Terutama di organisasi. Aku dan Dita sama-sama ikut KIR dan saat masa kepengurusan itulah mulai terjadi cekcok kecil-kecilan. Aku melihat Dita adalah sosok yang perfeksionis. Segala sesuatu harus sesuai dengan yang dia mau. Segala sesuatunya harus terencana. Walaupun posisiku sebagai ketua dan dia wakilnya, kadang aku suka ngerasa diintervensi juga sama dia (^^). Aku akui aku memang harus diintervensi biar aku mau bergerak. Maklum, rasa malas dalam diri masih sangat menguasai. Karena Dita juga sibuk di MPK, dia jadi nggak terlalu sering menghadiri rapat KIR.

Mungkin karena rasa malasku sudah kelewatan dan mungkin waktu itu aku lagi berada di titik jenuh sebagai ketua. Aku mulai masa bodoh dengan kegiatan KIR. Aku terlalu cuek padahal sebentar lagi mau ada regenerasi. Hingga suatu saat Dita menyadarkanku dengan kata-kata ‘mautnya’, “ Ka, maaf, ya. Terserah Eka mau benci apa nggak sama Ta. Tapi, Ta sangat benci dengan Eka yang sekarang.” Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaa….. Rasanya mau nangis dibilang kaya gitu. Aku berusaha sekuat tenaga mencairkan suasana tapi nggak mempan. Di angkot juga kami nggak banyak bicara. Bisa dibilang ini adalah pertengkaranku yang paling besar dengannya.

Alhamdulillah hubungan kami akhirnya bisa membaik lagi..

Begitulah Dita.. Walau dia galak dan omongannya kadang nyelekit (^^) tapi dia adalah sahabat terbaik yang pernah kumiliki. Dengan caranya sendiri, dia bisa menyadarkan aku kalau aku salah dan membantu memperbaiki kesalahanku itu. Dia bisa memahami segala kekurangan dan kelebihan yang aku miliki. Dia menguatkanku saat lagi down. Dia lah tempat curhatku yang paling baik. Rasanya ada yang mengganjal kalau aku belum cerita tentang pengalamanku ke dia.

Sabar, ya, dia sangat sabar mendengarkan segala ceritaku yang padahal temanya selalu sama (walau tokohnya beda-beda :p ). Dita yang selalu bisa diandalkan dalam kepanitian. Terutama jadi tatib :p. Terima kasih Allah, karena Engkau telah mempertemukan kami…
 

searching for Andromeda Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review