25 Sep 2009

Dikira Hamil

Diposting oleh Zana di Jumat, September 25, 2009 7 komentar

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Sebelumnya mau ngucapin “Taqabbalallahu minnaa wa minkum, kullu ‘aamin wa antum bi khair. Minal aidin wal faizin. Mohon maaf lahir batin ya… Insya Allah kalian juga kumaafin kok..” ^^

Gambar di sebelah ini gambar bikinan Mas Oske lho.. Dia jago banget gambar (anak desain grafis ITB '03. Sekalian saya promosiin nih, Mas.. ^^ )

Alhamdulillah di libur lebaran tahun ini aku masih bisa mudik ke Cilacap (kampung Ibu) dan Bumiayu (kampung Bapak). Jelas sekali terasa perbedaannya. Dulu, kami masih bisa mudik dengan menggunakan mobil dan Bapak yang nyupir. Sekarang, kami ikut mobil Bulik dan keluarganya. Tapi, gak papa.. Bukan kah Allah telah mengaruniakan kita persaudaraan? Rame2 itu lebih enak! (ngutip kata2nya siapa ya… Hehe…)

Di Cilacap, kerjaanku adalah membuat Om-ku menjadi Om yang berbakti kepada keponakan (kebalik gak sih, nih?). Hehe… Malem2 minta dimasakin nasi goreng, minta ditraktir, minta jalan2 ke Teluk Penyu, dll. Maklum lah… Om-ku yang satu ini emang masih muda :p

“Bersyukurlah, Om. Kan jarang2 Eka di Cilacap. Nah, sekarang Eka kasih Om kesempatan untuk berbakti sama ponakan. Haha…”

Dengan cepat Om akan langsung menjawab dengan, “Dasar keponakan yang durhaka,” sambil berlagak kayak Ibunya Malin Kundang. Hehe… Tapi walau begitu, Om masih aja tetep nurut. Jadilah keponakannya ini semakin durhaka :p

Yah, walau ngerepotin Om terus, aku juga bantuin Om jaga anaknya yang masih bayi kok. Jadi inget, aku dorong2 kereta bayi sambil muterin rumah Mbah Uti beberapa kali. Klo kereta bayinya berhenti sebentar aja, Dika (anaknya Om) langsung nangis. Ya sudah… Sebagai sepupu yang baik, akhirnya aku bertawaf keliling rumah Mbah sampai Dika tidur ^^’

Di Bumiayu, nah, ini juga seru nih… Karena sumur di rumah Mbah kering, akhirnya tiap pagi dan sore harus menyambangi rumah tetangga dan saudara2 di sana yang sumurnya gak kering. Bahkan kadang2 juga mandinya di pemandian umum (pemandian air panas gitu.. Bisa sekalian menikmati pemandangan gunung dan hutan cemara di kaki bukit ^^ ) Untuk nyuci pun harus ngungsi ke kali. Hehe… Tapi air kali di sana bening lho.. Jangan samakan dengan kali Ciliwung di depan rumah :p

Aku juga ziarah ke makam Bapak 2 kali.

Allahumaghfirlahu war hamhu wa’afihi wa’ fu ‘anhu… Semoga Allah mengumpulkan kita kembali di jannah-Nya kelak. Aamiin!!

Heran deh, kenapa keluarganya Bapak berulang kali nyuruh aku pacaran, ya? Aku sampe bingung mau ngejelasin gimana lagi klo aku emang gak mau punya pacar (mau sih.. tapi entar aja klo udah nikah. Hehe…). Kata beliau2, “Usia kayak kamu itu harusnya udah punya pacar…”

Gak usah khawatir, jodoh kita gak bakal lari kok. Klo kata Allah di QS An-Nur ayat 26,
… Dan wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk wanita yang baik.”
Sekarang mah yang penting perbaiki diri dulu.. Biar bisa dapet yang baik juga ^^

Ngomong2 soal nikah, ada sedikit “tragedi Plurk” yang pengen aku ceritain juga :p

Karena puasaku di Ramadhan tahun ini full (alhamdulillah), aku nulis status “Alhamdulillah… Puasanya poll…” Terus Kak Ilman sama Ridho bingung, “Kok bisa?”. Tiba2 ada komen menakjubkan dari Kak Agung,
“Eka udah nikah ya? *kayanya saya mikirnya kejauhan..”
Waduh, kok sampe ditanya udah nikah segala?? Terus mikir bentar…
"Jangan2 Kak Agung ngira saya lagi hamil ya??"
Dan, sesuai dugaan.. Kak Agung jawab, “Iya.”

Waduh… Kok bisa gitu ya??

1 Sep 2009

Mmmm....

Diposting oleh Zana di Selasa, September 01, 2009 0 komentar
Bersama kita memulai langkah kecil itu
Terkadang tersandung, bahkan terjatuh
Walau aku harus tertatih untuk mengimbangi kalian yang mulai bisa berlari
Aku terima dan aku lakoni
Karena kuyakin, Allah bersama kita

~Rindu kalian saudara-saudariku...

28 Jul 2009

Tilawah Everyday

Diposting oleh Zana di Selasa, Juli 28, 2009 6 komentar
Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Hari Minggu kemarin (26 Juli 2009), salah seorang kawan kita dari Fasilkom UI pergi ke tanah rencong. Yup, Asfaari Raasyidah akan mewakili UI untuk mengikuti lomba MHQ (Musabaqah Hifdzil Qur'an) cabang 2 juz. Iid bakal dites untuk melanjutkan ayat2 yang dibacakan oleh dewan juri secara acak dari juz 2 hingga juz 3. Subhanallah ya..

Jadi inget waktu aku lagi tes hafalan. Dan ternyata… Jeng jeng jeng… Yang ngetes aku itu adalah kakak kelasku di 28. Hoho.. Betapa kaget dan nervousnya aku. Dites sama hafizhah-nya langsung.

Aku kebagian giliran ketiga. Sambil muraja’ah (ngulang2 hafalan) aku ngintip temen2ku yang dapet giliran pertama dan kedua. Makin keringat dinginlah aku.. >_<

Tibalah giliran… Aku langsung mendekat ke kakak itu. Sambil berbisik, “Jangan susah2 ya, Kak!” (emang dasar anak bandel :p)

Alhamdulillah… Lumayan lancar. Walau ada dua pertanyaan yang gak bisa dijawab ^^;

Ada kata2 kakak itu yang kuingat. Kurang lebih kata2nya seperti ini.

“Hafalan kita akan membantu kita untuk menaiki tangga menuju syurga. Semakin banyak hafalan kita, akan semakin tinggi pula tangga yang dapat kita pijak. Kan rasanya gimanaaa gituu klo kita tertahan di tangga terbawah karena terhalang oleh hafalan kita yang sedikit.”

Bak disulut api (tapi bukan marah2 lho ya.. ^^), aku langsung kembali bersemangat untuk menambah hafalanku yang emang masih dikiiiiiiiiiittttt banget klo dibandingin sama Iid apalagi sang kakak itu.

Yuukkk.. Kita sama2 mendekatkan diri sama Surat Cinta dari Allah. Tilawah setiap hari.. Walau hanya sampai 1 ‘ain atau satu halaman atau bahkan lebih dari itu. Sedikit demi sedikit kita tambah hafalan kita. Semoga ayat2 yang kita baca dan hafalkan bisa menjadi saksi di akhirat kelak dan bisa membawa kita untuk menapak ke tangga syurga yang tertinggi. Aamiin!!

“Sebaik-baik manusia adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (Al hadits)

10 Jul 2009

Kerusuhan di Resepsi Pernikahan

Diposting oleh Zana di Jumat, Juli 10, 2009 16 komentar

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Alhamdulillah.. Minggu tanggal 5 Juli 2009 (tanggal yang di foto salah ^^ )kemarin sahabat kami, Isriyanti melangsungkan akad nikah dengan sang Pangeran yang telah menjemputnya, Luqman Hakim ^^

Sebagai kawan yang baik, anak2 eks 3-1 berencana untuk hadir di resepsinya. Setelah perdebatan yang cukup lama di note facebook-nya Odit, akhirnya kami memutuskan untuk membeli hadiah bed cover untuk pasangan pengantin yang sedang berbahagia itu. Sebelumnya, bahkan ada yang mengusulkan,

“Beli magic jar aja. Biar cinta mereka selalu hangat.”
“Ato, qt beli bantal cinta aja.”
Dan segala bentuk ide2 “unik” lainnya ^^; Kami pun membuat kesepakatan untuk berkumpul di halte seberang SMA 38 dan berangkat bersama2 menuju lokasi resepsinya Iis jam 12.30. Karena banyak hal yang tidak terduga (^^;) akhirnya aku telat deh… Aku berangkat bareng sama Dita jam 13.00. Macet pula.. Lengkaplah sudah keterlambatanku… Odit sama Risti miscall-in hp lebih dari 10 kali. Mau gak mau mereka harus tetep nunggu karena yang bawa kadonya itu aku sama Dita. Aku hanya bisa bilang, “Maaf ya… Macet banget ni… Sabar ya, Dit…”

Setelah sampai di lokasi, mereka langsung menyambut dengan teriakan, “Itu dia! Akhirnya mereka dateng!!!!” Padahal aku udah membayangkan bakal dapet omelan dari mereka yang sudah menunggu selama hampir 2 jam (aku nyampe sana jam 14.45).

Berpeluk2an, salam2an, yaaaahhhh… Kayak reunian gitu deh. Hehe… Terus ada yang nyeletuk, “Tau gak? Afra tadinya mau ngomelin lu berdua tau! Tapi kayaknya gak jadi. Gak berani sama Dita kayaknya. Hehe…” (Afra, maaf banget ya!)

Gerombolan eks 3-1 pun berangkat menuju lokasi. Seperti biasa, di mana pun, kapan pun, sepertinya kami memang selalu membuat kerusuhan. Mulai dari meja penerimaan tamu. Kami main dorong2an untuk ngisi buku tamu. Mau salaman sama pengantin aja pke acara gambreng dulu (lebay). Hehe..

Terharu… Iis menyebutkan nama kami satu per satu dan memperkenalkan kami ke suaminya, “Mereka temen2 SMPku dulu..”.

Kehebohan gak berhenti sampai situ. Setelah salaman, seharusnya kami menuju tempat prasmanan. Pagar ayu sudah bersiap menyambut kedatangan kami dengan senyuman dan piring kosong lengkap dengan sendok, garpu, dan tissue. Dan apa yang kami lakukan? Kami langsung belok arah menuju kursi untuk tamu undangan karena kami sama2 malu untuk memulai makan.

Kami pun tak bisa duduk dengan tenang. Kami asyik sendiri dengan candaan2 kami. Maklum lah… hampir 4 tahun gak ketemu. Kami ber-ngocol2 ria.. Foto2 sendiri… Bahkan fotografer pernikahannya Iis pun kami mintai tolong untuk memotret kami semua. Astaghfirullah… Maafkan kami ya, Iis… ^^;

Setelah bercanda, kami menyadari klo perut kami mulai keroncongan. Tapi, gak ada satu orang pun yang berani untuk ke tempat prasmanan. Tiba2 ada suara yang timbul dari kursi belakang,
“Ah, pada cemen lo semua! Ok, gw duluan deh yang ke sana.”
Dengan gagahnya Cacu menuju tempat prasmanan. Jepret! Kejadian itu langsung aku foto. Terima kasih kepada Saudara Cacu yang berani memulai, akhirnya kami pun mengikuti jejaknya menuju tempat prasmanan. Hehe…

Selama makan, kami cukup bisa tenang. Makanan habis, kami kembali heboh sendiri. Mas-mas fotografernya berkali2 melihat ke arah kami dan memfoto plus merekam aksi kami di sana. Suami Iis juga kulihat berulang kali memperhatikan kursi kami dengan wajah heran ^^;

Begitulah kami… Dengan segala kehebohan dan kenarsisan kami, kami berusaha untuk membahagiakan Iis (halah, lebay!).

Barakallah untuk Iis dan suami.. Semoga dapat membina rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.
Banyak anak banyak rezeki, Is (pesan dari Saudari Risti) ^^;

16 Jun 2009

Surat untuk Presiden

Diposting oleh Zana di Selasa, Juni 16, 2009 12 komentar
Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Bulan depan Pilpres… Tapi kok aku belum nemuin capres yang sesuai dengan kriteriaku ya… Udah berusaha nyari2 info tentang ketiga pasangan capres-cawapres lewat liputan2 di TV, bahkan sampe nonton debat. Yah, walaupun banyak gak ngertinya. Hehe… Maklum lah.. Emang kurang mudeng sama masalah politik ^^

Masalahnya sekarang adalah…. Siapa yang bakal kupilih di tanggal 8 Juli 2009 nanti ya??

Sebelum itu, aku mau men-share sama temen2 tentang surat yang ditulis oleh Abdurrahman Faiz untuk Ibu Megawati ketika beliau masih menjabat sebagai Presiden RI. Ketika menulis surat itu Faiz masih duduk di bangku kelas 2 SD. Berikut adalah isi suratnya….

Kepada Yang Terhormat

Presiden Republik Indonesia

Megawati

Di istana

Assalamu’alaikum.

Ibu Mega, apa kabar? Aku harap Ibu baik2 seperti aku saat ini. Ibu, di kelas badanku paling tinggi. Cita2ku juga tinggi. Aku mau jadi presiden. Tapi baik. Presiden yang pintar, bisa buat computer sendiri. Yang tegas sekali. Bisa bicara 10 bahasa. Presiden yang dicintai orang-orang. Kalau meninggal masuk surga.

Ibu sayang, Bunda pernah cerita tentang Umar sahabat Nabi Muhammad. Dia itu pemimpin. Umar suka jalan2 ke tempat yang banyak orang miskinnya. Tapi orang2 tidak tahu kalau itu Umar. Soalnya Umar menyamar. Umar juga tidak bawa pengawal. Umar jadi tahu kalau ada orang yang kesusahan di negerinya. Dia bisa cepat menolong.

Kalau jadi presiden aku juga mau seperti Umar. Tapi masih lama sekali. Harus sudah tua dan kalau dipilih orang. Jadi aku mengirim surat ini. Mau mengajak Ibu menyamar. Malam2 kita bisa pergi ke tempat yang banyak orang miskinnya. Pakai baju robek dan jelek. Muka dibuat kotor. Kita dengar kesusahan rakyat. Terus kita tolong.

Tapi Ibu jangan bawa pengawal. Jangan bilang2. Kita tidak usah pergi jauh2. Di dekat rumahku juga banyak anak jalanan. Mereka mengamen mengemis. Tidak ada bapak ibunya. Terus banyak orang jahat minta duit dari anak2 kecil. Kasihan.

Ibu Presiden, kalau mau, Ibu balas surat aku ya. Jangan ketahuan pengawal nanti Ibu tidak boleh pergi. Aku yang jaga supaya Ibu tidak diganggu orang. Ibu jangan takut. Presiden kan punya baju yang tidak mempan peluru. Ada kan seperti di film? Pakai saja. Ibu juga bisa kurus kalau jalan kaki terus. Tapi tidak apa. Sehat. Jadi Ibu bisa kenal orang2 miskin di Negara Indonesia. Bisa tahu sendiri tidak usah tunggu laporan karena sering ada korupsi.

Sudah dulu ya. Ibu jangan marah ya. Kalau tidak senang aku jangan dipenjara ya. Terimakasih.

Dari Abdurrahman Faiz

Aku menulis surat Faiz bukan untuk mengampanyekan salah satu capres lho ya… Hanya sebagai pengingat aja. Betapa sosok Umar memang begitu ideal untuk dijadikan contoh bagi para calon pemimpin negeri ini.

Jangan sepelekan masalah politik. Karena dari politik inilah kemudian lahir berbagai macam kebijakan ekonomi, social, dan segala aspek penting di negeri ini.

Mumpung belum terlambat, aku mau mempelajari lebih dalam lagi mengenai ketiga pasangan capres-cawapres itu. Karena aku gak mau asal pilih. Klo kata iklan di TV sih… “5 menit Anda menentukan nasib bangsa ini 5 tahun ke depan.”

Allah, berikan petunjuk kepada bangsa ini untuk dapat memilih pemimpin yang Engkau ridhai agar bangsa ini senantiasa berada dalam limpahan rahmat dan lindungan-Mu. Aamiin…
 

searching for Andromeda Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review