1 Feb 2010

Leadership Camp, 30-31 Januari 2010

Diposting oleh Zana di Senin, Februari 01, 2010 3 komentar
Bismillaahirrahmaanirrahiim...

Alhamdulillah.. Allah ngasih kesempatan luar biasa untuk ikut di acara ini. Bertemu dengan orang-orang luar biasa, mendapat ilmu yang luar biasa, dan insya Allah bisa bermanfaat untuk jangka waktu yang sangaaaaaaaaaatt panjang.

Baru kali ini aku ikut pelatihan yang luar biasa (menduduki peringkat ke-2 setelah PLASMA. Hehe...). Menyimpan kesan yang berarti.

Di pelatihan ini kami diajarkan untuk membangun sebuah target besar (katanya lebih bagus target daripada disebut mimpi), mampu memahami diri beserta bakat-bakat yang kami miliki, membuat targetan besar dalam hidup kami, mendaftar hambatan-hambatan apa saja yang akan kami temui dalam pewujudan target ke depannya, hingga langkah-langkah terkecil untuk dapat mewujudkan target itu.

Klo dipikir-pikir, materinya memang gak menjurus ke olah bakat kepemimpinan. Tapi menurut Ust. Muhsinin -Master Trainer dalam pelatihan tersebut- seorang manusia itu terlebih dahulu harus mengenal dirinya, memahami hakikat dirinya sebagai makhluk Allah yang memang ditugaskan untuk memakmurkan bumi ini.

Acaranya memang sangat padat. 2 hari nonstop dengan materi-materi yang sangat berbobot. Tapi alhamdulillah, kantuk itu tidak menyerang. Kakak-kakak pembinanya paling jago membuat kami melotot dan bersemangat hingga malam hari. Takjub juga. Aku bisa kuat hingga jam 11 malam mendengarkan materi

Penginapannya juga mantep! Akhirnya aku bisa menginap juga di Hotel Bumi Wiyata. Tempat yang tak pernah kubayangkan aku akan menginap di sana (wong rumahku deket banget sama hotelnya. Ngapain juga nginep di sana klo gak ada keperluan. Hehe...).

Mm... Jadi pengen mendeskripsikan kakak-kakak pembina Leadership Camp yang semuanya berlogat Sunda abis...

1. Kak Asdo
Salah satu MC acara. Spesialis membawakan simulasi-simulasi pengantar materi. Sangat bisa membangkitkan semangat dengan teriakannya, "Leader??!!"




2. Kak Jay
Ini bukan Kak Jay anak Fasilkom 2007 lho... Kak Jay yang satu ini gokil dan narsis parah. Bisa dibilang, Kak Jay ini MC utama dari Leadership Camp ini. Waktu peserta keliatan ngantuk, Kak Jay langsung turun tangan. Dengan beribu cara yang sangat tidak terduga, dia sukses membuat mata kami langsung melotot karena kebanyakan ketawa :p Cukup kaget juga waktu dia bilang mau nyanyi, "Maaf ya.. Klo suara Kakak akan membuat kalian mimpi buruk..". Kami semua langsung tertawa mendengarnya. Tapi tawa itu sekejap hilang ketika dia mulai menyanyi nasyid "Keimanan" -bercerita tentang Rasulullah ketika mengalami penolakan dakwah dari kaumnya. Subhanallah.. Suaranya ternyata mantep euy! Nasyid yang ia bawakan sukses membawa beberapa kawanku ke alam muhasabah dan membuat mereka menangis sesegukan. Sampai aku pun mendengar suara ikhwan yang menangis. Subhanallah... Dia juga mengajari kami cara untuk melantunkan ayat Al-Qur'an dengan nada yang bagus. Yang sering bergaya seperti Romy Rafael, "Konsentrasi..."



3. Kak Haris
Kakak yang satu ini emang mirip bener sama Aa Gym. Klo kata dia sih, "Saya adik Aa Gym, lebih tepatnya adik ketemu gede". Kak Haris paling jago bikin game yang ngelatih otak kanan dan otak kiri sekaligus. Kalah deh... Gak bisa ngikutin gerakan-gerakan ajaib dia.. Dia juga yang paling seru ngasih semangat waktu kelompok outbondku harus mengulang hingga 6 kali di suatu pos. Dengan gerakan-gerakannya, ia mampu memberi inspirasi bagi kami. Mantep lah...



Masih ada 3 orang Kakak yang juga luar biasa: Kak Eka, Kak Enur, dan Kak Anggi. Tapi, karena interaksiku dengan ketiga orang ini gak banyak, jadi belum bisa mendefinisikan dengan tepat. Hehe...

Insya Allah nanti materi-materi yang aku dapat di Leadership Camp ini bakal aku posting. Tunggu saja... ^^

Leader??!!! YES, WE ARE!!!

27 Jan 2010

You Gave Me Your Love

Diposting oleh Zana di Rabu, Januari 27, 2010 1 komentar
Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Gak tau kenapa, lagi suka banget sama lirik di bawah ini…

I shouldn’t have done that,
I should have pretended not to know
like I didn’t see it, like I couldn’t see it
I shouldn’t have looked at you in the first place
I should have run away
I should have pretended I wasn’t listening
like I didn’t hear it, like I couldn’t hear it
I shouldn’t have heard your love in the first place
Without a word, you made me know what love is
Without a word, you gave me your love
Made me fill myself with your every breath
(OST You’re Beautiful – Without Words by Park Shin Hye)

Lirik ini pas banget buat ngewakilin cara berinteraksiku dengan salah seorang sahabat.

Banyak orang yang bilang klo dia orang yang dingin, gak berekspresi, galak, dll (kayaknya ini malah pendapatku sendiri. Hehe…). Tapi, ketika aku sedih, dia ada untuk menghibur. Ketika aku lelah, dia ada untuk menguatkan. Tentunya itu semua dia lakukan dengan caranya sendiri. Yang bahkan terkadang aku tak bisa mengerti. Namun, satu hal yang pasti: dia peduli, sangat peduli.

Dia memang bukan orang yang mudah untuk mengungkapkan sesuatu secara langsung. Dulu, aku bahkan sering merasa bahwa dia tak pernah peduli denganku. Semakin lama aku mengenalnya, semakin aku paham. Dia hanya butuh waktu dan kata-kata yang tepat untuk menyemangatiku.

Walau kini jarak memisahkan kita dan semakin banyak pula hal yang harus kau perhatikan - amanah-amanahmu, orang-orang yang kau sayangi, impianmu. Aku yakin, ukhuwah itu akan terus ada… Cinta itu akan tetap ada walau kau tak pernah mengucapkannya…

Without a word, you gave me your love…

26 Januari 2010

Terselip salam rindu untukmu yang tak dapat kusampaikan

(Aku bukan tipe orang yang mudah mengatakan rindu kepada orang lain secara langsung. Maaf.. Kamu pastilah mengerti. Kita kan setipe :p )

14 Jan 2010

Petualangan di Kota Kembang

Diposting oleh Zana di Kamis, Januari 14, 2010 14 komentar
Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Alhamdulillah.. Akhirnya kesampean juga buat berkunjung ke Bandung. Menyambangi saudariku yang sedang sibuk UAS dan juga nyelesein LPJ organisasi... :p

Ada banyak kejadian yang kualami selama di Bandung.

1. Untuk ke sekian kalinya aku ngelompatin pager yang tingginya sepaha dan aku waktu itu pke rok.. Jangan ditiru ya... Terutama buat temen2 akhwat ^^'

2. Takjub sama Dita yang sekarang udah bisa naek motor. Macho banget deh.. Apalagi klo pke helm full face punya si Sandi... Subhannallah... Aku aja sampe dikira diboncengin cowok :p Gak mau kalah sama Dita, pokoknya aku harus bisa naik motor! Semangat, Eka!!

3. Udah ada yang merasakan tinggal di kosan yang pke hijab? Yup, aku pernah! Di Buah Batu, Dita tinggal berdua sama adiknya yang ikhwan, namanya Sandi. Mereka nempatin rumah Om-nya. Gak terlalu gede sih.. Ada 2 kamar, 1 kamar mandi, dan ruang tamu yang merangkap sebagai ruang belajar, ruang nonton, sekaligus dapur (mirip kamar kosan gitu lah kondisinya). Tapi, yang bikin beda, ruang tamu itu dipisah menjadi 2 bagian oleh gorden. Itulah hijab kami. Hijab yang membatasi wilayah ikhwan (Sandi) dan kami, para akhwat yang numpang nginep di situ :p

Hijab alias batasan antara laki-laki dan perempuan harus terus dijaga dong… Tul gak? ^^


4. Ini yang ditunggu-tunggu dan emang jadi agenda utamaku di Bandung: Bosscha!! Yup, Bosscha, I’m coming!! Aku, Dita, Hana, dan Diah pun berangkat dari Telkom jam 7 pagi. Dengan berbekal 2 motor pinjaman dari anak Telkom (gak modal banget ya? Hehe…), kami pun berangkat menuju Lembang. Aku dibonceng Dita dan Diah dibonceng Hana. Wah, jarang-jarang akhwat konvoi pke motor (waktu SMA dulu gak boleh sama ikhwannya :p ). Sebelumnya kami juga dibekali peta Bandung sama Kak Dhila, akhwat Telkom 2007. Yah, walaupun Dita dan Diah kuliah di Bandung, itu gak menjamin klo kami gak akan nyasar. Yup, akhirnya kami nyasar… :p Kami nyasar di suatu tempat yang ternyata namanya Jl. Sunda.

Kembali lagi ke peta Bandung. Gak ada yang ngerti peta. Akhirnya telpon Adit, ikhwan Syaja’ah yang kuliah di ITB. Nanya2 jalan. Kak Evan juga ditelpon. Semua kenalan di Bandung ditelponin deh…

Ternyata masalahnya bukan cuma gak tau jalan aja… Ditambah ban motor Dita yang bocor... Ditambah lagi hujan deras… (gak ada yang bawa jas hujan) Ditambah lagi ternyata speedometer motornya Hana mati… Yang paling parah adalah… Rem motor Hana blong!

Hal-hal itu membuat kami berpikir 2 kali untuk melanjutkan perjalanan. Dengan menimbang berbagai hal, akhirnya kami memutuskan untuk membatalkan kunjungan kami ke Bosscha.. Hiks… Sedih… Padahal itu obsesiku dari SMA… Next time.. Semoga Allah masih berkenan mempertemukan qt ya, Bosscha… ^^

Akhirnya kami memutar arah menuju ke Unpad Dipati Ukur. Di situ mampir ke kosan punyanya Neneknya Diah. Istirahat sekalian makan siang pke mie yamin. Itu mie yamin termahal yang pernah kubeli, harganya Rp 12. 000,- Tekor deh… T_T

Berhubung gak ada yang tau jalan pulang, akhirnya si Adit kami minta untuk datang ke tempat kami dan jadi penunjuk jalan sampai kembali lagi ke Buah Batu :p Jazakallah ya…

5. Ini dia sesi yang seru bersama dengan kawan-kawan baru. Saudari-saudari baru… Namanya Nana dan Laila.. Mereka itu akhwat yang super duper ramah. Karena temen2nya Sandi yang notabene ikhwan-ikhwan mau nginep di tempatnya Dita buat belajar UAS, akhirnya akhwat-akhwatnya yang ngalah. Kami ngungsi ke tempat lain. Alhamdulillah ada yang bersedia menampung kami. Siapa lagi klo bukan Nana dan Laila. Mereka bener2 membuatku merasa di rumah sendiri. Benar-benar memuliakan tamu… Subhanallah deh…

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamu.” (Al-hadits)


Apalagi waktu sesi nonton film Korea, You’re Beatiful… Film yang kocak abis tapi juga bisa bikin aku nangis sesegukan… Mereka ketawa sejadi-jadinya pas tau aku nangis… Hiks.. Belum nonton film itu sampai selesai. Baru sampai episode 7. Dan aku udah ngancem Dita untuk ngopy itu film buat ditonton bareng klo dia pulang ke Depok. Hehe…

6. Sesi beli oleh-oleh.. Berangkat berdua sama Dita ke Gasibu naik angkot jam 7 pagi (kali ini gak dapet pinjeman motor :p dan Hana juga lagi di kosan Diah di Jatinangor). Ternyata Gasibu itu rame banget.. Sarapan di situ, terus langsung cao ke Pasar Baru buat beli oleh-oleh Ibu sama Nia. Aku sama Dita juga beli rok yang sama. Kembaran gitu deh… Hehe… Habis dari Pasar Baru langsung ke Dago buat beli brownies Amanda kesukaannya Iqbal.

7. Akhirnya petualangan kami di Bandung pun harus berakhir. Hiks.. Sedih harus pisah sama mereka.. Apalagi mengingat film yang kutonton belum selesai. Hehe.. Gak ding.. Beneran sedih kok.

Di bus pas pulang pun aku dan Hana gak dapet tempat duduk. Lumayan juga berdiri di bus… Jadi bisa ngerasain gimana capeknya Bapak yang lebih mengutamakan anaknya dan Ibu untuk duduk daripadanya dirinya sendiri yang juga harus menggendong tas yang tidak enteng…
Alhamdulillah, setelah berdiri berkilo-kilo meter di tol Cipularang, ada Mas baik hati yang menawarkan tempat duduk untukku dan Hana.

“Teh, silakan duduk…” Kata-kata yang terdengar indah di kala kaki memang sudah mulai pegel berdiri. Jazakumullah ya Mas.. Orang baik itu masih banyak ternyata. Hehe…

Begitulah… Petualanganku bersama dengan akhwat-akhwat Syaja’ah (walau gak lengkap) pun berakhir.. Jazakumullah khair untuk 4 hari yang seru di sana… ^^

4 Jan 2010

Gerhana Bulan Parsial

Diposting oleh Zana di Senin, Januari 04, 2010 6 komentar

Hanya ingin berbagi... Ini potret bulan saat terjadi gerhana bulan parsial pada tanggal 1 Januari 2010 sekitar pukul 02:00 dini hari.

Subhanallah...

"Dan di sana Dia menciptakan bulan yang bercahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita (yang cemerlang)." (QS Nuh: 17)

"Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan Dialah yang menetapkan tempat-tempat orbitnya, agar kamu mengetahui bilangan tahun, dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan demikian itu melainkan dengan benar. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui." (QS Yunus: 5)

Dapet fotonya dari Kak Evan yang lagi ngamat di Bosscha ^^ Jazakallah khair kak..

31 Des 2009

Gak Ngaji Gak Keren! (Versi SMP)

Diposting oleh Zana di Kamis, Desember 31, 2009 9 komentar
Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Yup, gak ngaji gak keren! Kenapa bisa begitu? Simak ceritaku di bawah ini ya…

Sejak kecil, aku dididik dengan cara yang amat sangat baik oleh Ibu dan Bapak. Tak hanya pendidikan formal di sekolah negeri, tapi juga pendidikan agama. Aku didaftarkan di TPA yang jaraknya “cukup dekat” dari rumah. Ibu dan Bapak tak membedakan antara sekolah dengan TPA. Bolos TPA hukumnya sama dengan bolos sekolah: DILARANG! Hehe…

Aku ikut TPA hingga SMP kelas 1. Waktu SMP aku ogah masuk ekskul Rohis. Alasannya apa? Toh, aku udah ngaji di TPA. Ngapain ikut Rohis? Aku malah ikutan ekskul karate dan sukses membuat senpai dan teman2 yang lebih dulu gabung di karate bingung, “Hah?? Lo mau ikutan karate??” ^^’

Di pertengahan semester 1, akhirnya aku keluar dari TPA karena jadwal TPA yang pagi udah gak ada (kelas 1 SMP masuk siang). Ya sudah… Selama kurang lebih 2 tahun aku vakum ngaji. Hingga akhirnya aku bertemu dengan salah seorang sahabatku di TPA dulu. Namanya Rosena. Dia mengajakku untuk ngaji lagi di guru TPA kami, Kak Ika.

Dimulai lah episode baru dalam hidupku di kelas 3 SMP semester 2 (mendekati UAN). Aku dan Rosena kembali mengaji bersama Kak Ika. Walau cuma 2 orang, kami tetap semangat! Karena metode ngaji kami dibuat berbeda oleh Kak Ika. Jadi lebih “ABeGe” materinya. Beda banget sama jaman TPA dulu. Tapi seru! Hehe…

Lebih banyak diskusi dengan materi2 yang emang sesuai dengan usia kami yang sedang dalam pencarian jati diri (ceilah… :p ). Perdalam lagi ilmu tajwid yang udah lama gak kupelajari. Dan, yang paling mantep itu adalah targetan ibadah harian yang bakal dievaluasi tiap pekannya.

Tilawah Qur’an, shaum sunnah Senin-Kamis, Tahajud… Insya Allah itu masih bisa diusahakan (walau yang namanya bangun tengah malam itu susahnya minta ampun :D ). Yang bikin aku agak mengernyitkan dahi adalah shalat Dhuha 3 kali sepekan! Emangnya kenapa dengan shalat Dhuha?

Begini ceritanya.. Di SMPku itu jam istirahat pertamanya cuma 15 menit. Dan, sepanjang pengetahuanku, gak ada yang shalat Dhuha di sekolah saat jam istirahat. Lah, terus gimana klo aku mau wudhu? Awalnya ngerasa malu klo ngebayangin aku wudhu di WC perempuan dan orang-orang akan memandang dengan heran, “Ngapain lo?”. Udah gitu harus berjalan dengan sepatu tanpa kaus kaki plus wajah yang basah dari WC perempuan ke mushalla yang ada di ujung lorong yang lain (dari ujung ke ujung lah pokoknya). Duh, pastinya bakal maluuuuu banget… Hal itu pula yang membuatku urung untuk shalat Dhuha di sekolah. Akhirnya aku hanya shalat Dhuha 1 kali sepekan, yaitu tiap hari Minggu.

Kak Ika yang melihat targetan Dhuha-ku tak pernah tercapai, berkata dengan lembut,
“Emangnya kenapa harus malu? Kita kan gak berbuat dosa. Siapa tau klo Eka shalat Dhuha, nanti bakal ada temen2 Eka yang lain yang bakal ikutan shalat juga. Eka jadi dapet pahala 2 kali lipat deh… Kan ngajak orang menuju kebaikan…”

Mendengar ucapan Kak Ika, aku jadi semakin termotivasi. Yang penting dicoba! Ngapain malu dalam hal ibadah? Dengan mengumpulkan segenap keberanian aku menenteng mukena menuju WC cewek. Hal itu membuat beberapa temenku bertanya2. “Mau wudhu, Ka? Mau ngapain emangnya?” Dengan percaya diri, aku menjawab, “Mau shalat Dhuha!” Dan, teman-temanku pun hanya berkomentar, “Oooo….”

Kulangkahkan kaki menuju mushalla dengan penuh percaya diri. Gak sedikit emang mata yang memandang heran. Tapi, cuekin aja lah… Aku pun shalat Dhuha. Selesai shalat Dhuha, Pak Agus (guru Komputer sekaligus Pembina Rohis SMP) masuk ke mushalla. Beliau langsung bertanya, “Shalat Dhuha, Ka?” Kujawab, “Iya, Pak..” Pak Agus pun membalasnya dengan senyuman. Waduh, jadi malu… Maklum lah.. Guruku yang satu ini emang masih muda dan belum menikah :D Beliau juga yang dengan gigih ngawasin aku pas lagi "bandel2nya" :p

Perkataan Kak Ika pun terbukti. Alhamdulillah, beberapa sahabatku pun ikut untuk shalat Dhuha. Mushalla pun terlihat mulai ramai. Gak hanya kawan2 perempuan saja, tapi juga beberapa kawan laki2 pun ikut meramaikan mushalla di jam istirahat pertama.

Kenapa ngaji itu keren?
Karena dari sini kita bisa melakukan hal yang kecil dan mengubahnya menjadi hal yang besar! ^^
 

searching for Andromeda Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review