18 Apr 2017

Ta'aruf Series #1; Proposal Ta'aruf

Diposkan oleh Zana di Selasa, April 18, 2017 0 komentar

Bismillaahirrahmaanirrahiim...

Belakangan ini aku kepikiran buat bikin Ta'aruf Series yang nyeritain pengalaman ta'aruf-ku. Yah, siapa tau aja bermanfaat buat yang butuh sekalian buat bahan nostalgia diri sendiri. Hehe..

Berhubung ta'aruf-ku diawali dengan pertukaran riwayat hidup aka CV. Hal pertama yang bakal diceritain adalah poin-poin yang kemarin aku tulis di CV.

Data Pribadi

- Nama Lengkap
Tulis nama lengkap ya sesuai KTP dan KK. Hihi..

- Nama Panggilan
Nama panggilan sehari-hari. Biar nanti klo prosesnya lanjut, doi bisa tahu nama panggilan kita.

- Foto
Boleh kok pilih foto yang terbaik dan tercantik. Tapi jangan yang berlebihan yaa.. Salah-salah nanti doi kaget klo foto berbeda dengan kenyataan :D

- Agama

- TTL

- Jenis Kelamin

- Tinggi Badan / Berat Badan
Bukan apa-apa. Ini bisa jadi pertimbangan juga lho buat ikhwannya. Bagaimanapun ikhwan itu kan kebanyakan bertipe visual.

- Pekerjaan

- Jabatan Pekerjaan

- Penghasilan per bulan
Saranku, terus terang aja soal penghasilan. Jangan dikurang-kurangi, atau dilebih-lebihkan.

- Suku
Bukannya rasis, tapi mungkin ada pertimbangan tertentu yang membuat si ikhwan ini cenderung ke salah satu suku. Kemauan dari keluarga misalnya. Atau bisa juga untuk mempermudah adaptasi saat nanti menikah.

- Alamat Asal
Kalau kamu anak kos/kontrakan, berarti tulis alamat rumah asalmu di kampung halaman.

- Alamat Sekarang
Kalau kamu nge-kos/ngontrak, berarti tulis alamat rumah kosan/kontrakan.

- E-mail

- Facebok/Twitter
Siapa tahu kan si ikhwannya pengen kepo. Pengen ngeliat seberapa eksisnya sih kamu di sosmed. Tapi hal ini gak berlaku buatku dulu. Soalnya si Mas Suami juga gak punya sosmed. Jadi dia gak kepo. Haha..

- Blog
Siapa tahu juga si ikhwan ini pengen tau cuap-cuapanmu dalam bentuk yang lebih panjang ketimbang status di sosmed. Dari sosmed ini juga mungkin bisa terlihat karakter kita secara umum.

Riwayat Pendidikan
Jelaskan tahun pendidikan dan institusi pendidikanmu dari awal sampai akhir.

Pendidikan Non Formal
Misalnya kamu pernah ikut kursus bahasa Inggris, les menjahit, latihan bela diri, dll. Nah, bisa nih ditulis di sini.

Prestasi

Pengalaman Organisasi

Pengalaman Kerja
Tulis secara rinci tahun, institusi, dan jabatan dari pekerjaan yang pernah ditekuni.

Penjelasan Diri Lebih Lengkap
- Motto Hidup

- Hobby

- Makanan Favorit

- Minuman Favorit

- Hal-hal yang disukai
Dulu sih aku nulisnya "Diberi kejutan" walau ternyata si Mas Suami bukan tipe yang suka ngasih surprise. Namanya juga usaha. Hahaha...

- Hal-hal yang tidak disukai
"Kucing" misalnya :"

- 5 Karakter Positif
Kalau bingung gimana ngisinya, atau malu nulis kebaikan diri sendiri, tanya aja sama orangtua atau sahabat terdekat. Biasanya mereka lebih paham kepribadian kita.

- 5 Karakter Negatif
Ini biasanya lebih lancar nulisnya nih. Hahaha.. Tapi klo bingung, boleh ditanya juga ke orang terdekat.

- Riwayat Penyakit dan Cacat Fisik
Ini penting lho untuk diketahui sama calon suami. Klo nanti dia taunya pas udah nikah, khawatirnya dia kaget dan bisa jadi hati-nya berbelok. Jadi, saranku lebih baik dikasih tau dari sebelum nikah. Klo ternyata dia gak mau nerima, ya berarti dia bukan jodoh yang terbaik buat kita.

- Afiliasi
Ini sifatnya opsional sih. Misalnya kamu punya afiliasi ke lembaga atau organisasi tertentu, boleh ditulis di sini.

- Riwayat Tarbiyah
Klo kita udah ngaji, boleh nih ditulis lamanya kamu ngaji di sini.

- Amanah Membina
Ini bisa jadi rujukan si ikhwan buat tau aktivitas dan mungkin juga karakter kita. Biar nantinya dia gak kaget klo misalnya kita memang mengkhususkan waktu-waktu tertentu untuk membina setiap pekannya.

Keluarga
- Nama Bapak
- Pekerjaan
- Pendidikan
- Usia
- Sifat

- Nama Ibu
- Pekerjaan
- Pendidikan
- Usia
- Sifat

- Nama Kakak/Adik
- Pekerjaan
- Pendidikan
- Usia
- Sifat

Visi Misi Pernikahan
- Tujuan
- Visi
- Misi

Kriteria Calon Pasangan
- Kriteria dari diri sendiri
Kamu bisa tulis kriteria calon pasangan yang kamu inginkan. Klo kata Nabi kan biasanya ada 4 faktor yang menentukan kriteria nih. Paras, harta, keluarga, dan agama. Nah, di antara keempat faktor ini, faktor agama lah yang paling baik :)
Kamu bisa menulis kriteria fisik, karakter, ataupun hal lainnya. Tapi ya kayaknya gak perlu sedetail sampe nulis syarat IPK juga sih. Ini beneran ada ikhwan yang suka nulis syarat ini lho kata guru ngajiku :"

- Kriteria dari orangtua
Sesempurna-sempurnanya kriteria yang kamu punya, tapi klo gak sesuai sama kriteria orangtua kan bisa berabe juga ya. Ada baiknya kamu nanya dulu sama orangtua. Beliau mau punya calon menantu dengan kriteria seperti apa. Insya Allah ini bakal mempermudah prosesmu selanjutnya.

Rencana Pasca Pernikahan
- Rumah Tangga
Kamu deskripsiin deh kamu nanti mau punya rumah tangga yang seperti apa. Rumah tangga yang mengedepankan kejujuran kah. Rumah tangga yang saling membangun potensi satu sama lain kah. Pokoknya kamu tulis aja dengan jelas di bagian ini.

- Keturunan
Kamu bisa menyebutkan nanti setelah berumah tangga mau punya anak berapa, jika Allah mengizinkan

- Keuangan
Di bagian ini kamu bisa jelasin juga metode pengaturan keuangan rumah tangga yang kamu inginkan ke depannya.

- Pekerjaan
Untuk perempuan, kamu bisa menuliskan juga keinginan kamu tentang pekerjaan kamu setelah menikah nanti. Apakah tetap mau bekerja sambil mengurus rumah tangga, mau menjadi ibu rumah tangga, mau buka usaha di rumah, dll.

- Pendidikan
Kamu punya rencana untuk melanjutkan studi setelah menikah? Silakan tulis di sini. Hehe.. Atau bisa juga kamu jabarkan rencana pendidikan untuk anak-anakmu kelak. Mau dididik seperti apakah mereka, metodenya seperti apa, dll.

- Tempat Tinggal
Kamu berencana untuk hidup mandiri dengan hidup secara pisah rumah dengan orangtua/mertua? Atau kamu berencana untuk menemani orangtua/mertuamu dengan tinggal bersama mereka? Atau kamu maunya punya rumah yang jaraknya dekat dengan rumah orangtua? Silakan ditulis di sini.

- Dakwah Keluarga dan Masyarakat
Pastinya kamu mau dong klo pernikahanmu bisa bermanfaat dan saling mengembangkan potensi diri satu sama lain? Nah, bisa juga nih kamu tulis rencana-rencana kebaikanmu pasca menikah di lingkungan keluarga dan masyarakat :)

Banyak banget ya poin-poinnya? Namanya juga "Proposal", beda sama "Riwayat Hidup". Haha..

Poin-poin ini bisa jadi bahan diskusi kalian bersama dengan calon pasangan di tahap ta'aruf yang selanjutnya. Insya Allah nanti berlanjut di Ta'aruf Series selanjutnya.

Semoga bermanfaat.. Semoga bisa menjadi inspirasi dalam merancang proposal kalian.  Aamiin..

3 Jan 2017

Cara Install Laravel

Diposkan oleh Zana di Selasa, Januari 03, 2017 0 komentar
Bismillaahirrahmaanirrahiim...

Biar gak lupa, dicatat aja seperti biasa. Parah banget kelamaan gak ngutak-ngatik Laravel, sampe cara install-nya pun lupa :")

Yang harus diperhatikan adalah:
Cek PHP version-nya yaa.. Pastikan compatible dengan versi Laravel yang mau di-install.

1. Install Composer
Bisa di-download di https://getcomposer.org/download/. Pilih aja yang Windows Installer.
Klo udah ke-download, langsung di-install aja Composer-Setup.exe.

2. Buka command prompt
Setelah Composer berhasil di-install. Buka command prompt. Masuk ke direktori dimana kita mau install Laravel.



3. Install Laravel di direktori yang diinginkan
Gunakan command berikut di command prompt:
composer create-project laravel/laravel blog --prefer-dist



"blog" bisa diganti dengan nama folder Laravel yang diinginkan.
Tunggu hingga proses install selesai.

4. Jika install Laravel berjalan dengan baik, maka akan muncul logo Laravel jika kita membuka url http://localhost/blog/public/

5. Siapkan database, db_user, beserta passwordnya. Edit DB_DATABASE, DB_USERNAME, dan DB_PASSWORD pada file .env yang ada pada root folder blog dengan database yang sudah dibuat.

6. Untuk membuat halaman registrasi, login, dan logout sederhana, Laravel sudah menyiapkan fungsinya.
Gunakan command berikut di command prompt pada direktori folder blog :
php artisan make:auth


Setelah itu, gunakan command berikut di command prompt pada direktori folder blog :
php artisan migrate

Voila! Halaman Login dan Registrasi sudah jadi! :D


Sumber referensi:
https://laravel.com/docs/
https://www.tutorialspoint.com/laravel/laravel_application_structure.htm.

20 Des 2016

Bayar Pajak Motor di Samsat Depok

Diposkan oleh Zana di Selasa, Desember 20, 2016 0 komentar
Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Daripada lupa terus tiap tahunnya klo mendekati deadline bayar pajak motor, mendingan kutulis aja di blog biar bisa dibuka-buka lagi :)))

Jadi ceritanya bulan Desember ini adalah bulan jatuh tempo pajak motor. Karena KTPnya KTP Depok, jadinya kantor Samsat yang dituju adalah kantor Samsat wilayah Depok. Dan, yang termudah dijangkau lokasinya adalah kantor Samsat yang ada di ITC Depok.

Samsat ITC Depok letaknya di lantai Mezzanine. Mm.. Mungkin bisa dibilang ada di lantai 1,5. Klo masuk dari pintu utama ITC (anggap aja ini lantai 2), jalan aja terus ke dalam sampai ke bagian pojok kiri ITC, nanti ketemu tangga. Nah, kita harus turun setengah lantai di situ.

Klo naik kendaraan, tempat parkir yang paling dekat adalah tempat parkir P2. Dari pintu masuk, ikutin aja arah untuk parkir kendaraan bermotor. Pilih parkiran yang naik ke atas. Nanti ada percabangan parkiran, yang satu lurus (sebelah kiri), yang satunya lagi ikutin jalan yang menanjak (sebelah kanan). Setelah nanjak, langsung parkir di lantai itu, jangan parkir di lantai yang atasnya lagi (klo di parkiran itu gak penuh ya..).

Pintu masuk ke lantai Mezzanine letaknya gak jauh dari parkiran P2. Klo liat tulisan yang ada di pintu, lantai Mezzanine dibuka jam 08.00. Klo pke patokan ini berarti antrian Samsat dibuka mulai jam segitu.

Sebelum ke Samsat ada baiknya mempersiapkan dulu dokumen-dokumen yang diperlukan. Biar begitu datang bisa langsung naro dokumen di antrian.

Dokumen-dokumen yang perlu dibawa:
1. Photocopy BPKB 1 lembar
2. Photocopy STNK 1 lembar
3. Photocopy KTP (yang namanya tercantum di BPKB dan STNK) 1 lembar
4. STNK asli
5. KTP asli
6. Map karton (kayanya harus yang terbuat dari karton. Ada bapak-bapak yang ditolak pas pakai map plastik)

Semua dokumen dimasukkan ke dalam map karton.

Antrian udah dimulai walau kantor Samsat-nya masih tutup :)))
Biasanya map-map orang yang ngantri ditaro di atas kursi atau meja di depan loket. Yang paling belakang datangnya naro map di paling atas. Berarti urutan awal ada di map paling bawah. Jangan coba-coba buat nyelip-nyelipin map yaa.. Ada berjuta-juta mata yang mengawasi urutan map :)))

Samsat ITC Depok punya 3 loket. 1 loket pendaftaran, 1 loket pembayaran, 1 loket pengembalian dokumen. Klo kamu datangnya ketika kantor Samsat udah buka, berarti mapnya diserahkan ke loket pendaftaran.

Kemarin sih loket Samsatnya udah mulai panggil nomor antrian untuk melakukan pembayaran sekitar jam 9.20.

Jadi alurnya gini:

Serahkan map dokumen ke loket pendaftaran -> Nunggu dipanggil ke loket pembayaran -> Bayar uang pajaknya -> Nunggu dipanggil ke loket pengembalian dokumen -> Ambil dokumen berupa KTP dan kertas STNK + pajak yang baru

Pastikan kertas pajaknya sudah sesuai yaa.. Oiya, pastikan juga kertas STNKnya masih terpasang dengan baik. Takut hilang. Hehe..

Selamat membayar pajak :D

8 Sep 2016

Rumput Tetangga yang (Terlihat Lebih) Hijau

Diposkan oleh Zana di Kamis, September 08, 2016 1 komentar

Bismillaahirrahmaanirrahiim...

8 September 2012. Gak terasa udah 4 tahun sejak wisuda S1 (gladi resik sih lebih tepatnya). Dan sekarang masih S1 juga. Belum nambah jadi S2, S3, apalagi S kelapa muda (maap garing).

Klo melihat sekeliling, dalam jangka waktu 4 tahun ini rasanya aku belum ngapa-ngapain. Temen-temenku udah banyak yang selesai dengan gelar S2-nya. Banyak pula yang masih menimba ilmu, baik di dalam maupun luar negeri. Di sela-sela belajar, klo liat di sosmed sih banyak juga yang sambil keliling Benua Eropa, Asia, dan negara-negara di sekitar tempat mereka belajar.

Yang lain pun klo aku liat di sosmed (sumbernya dari sosmed mulu. Hahaha.. Yah, namanya klo udah muncul di timeline mah ya udah keliatan aja :p ), udah keliling banyak daerah di Indonesia. Baik dalam rangka bersenang-senang, maupun memang sedang mengabdi dan berkarya di sana.

Beda lagi dengan beberapa orang teman yang dalam rentang 4 tahun ini sudah memasuki fase pernikahan. Ada yang lagi hamil, ada yang sebentar lagi mau melahirkan, ada yang udah punya 1 anak, ada juga yang udah punya 2 anak. Beberapa ada yang menjadi wanita karir, beberapa ada yang menjadi ibu rumah tangga, dan bahkan beberapa juga udah ada yang mulai merintis usaha sendiri (baca: ibu rumah tangga yang tetap berpenghasilan di rumah).

Hmm.. Terus aku jadi apa? XD

Alhamdulillah, aku masih jadi Eka yang begini. Masih di sini. Masih S1. Masih tinggal dan bekerja di Depok. Dan emang gak mau untuk kerja di luar Depok :p

Alhamdulillah, aku udah melewati fase ditanya-tanya "Kerja di mana? Udah punya pacar belum? Udah ada calonnya? Kapan mau nikah?".

Tapi, yang namanya hidup itu memang banyak fasenya. Setelah lulus dari fase pertanyaan di atas, kini berganti dengan fase "Udah hamil belum?".

Pun, jika fase ini udah lewat, akan muncul fase-fase lainnya seperti yang sudah banyak beredar jadi meme di dunia maya.

Dulu, waktu belum nikah. Sesungguhnya pernah terbesit beberapa kali perasaan iri ketika melihat foto kawan-kawan yang sudah halal bersama pasangannya. Jadi agak sebel bahkan. Hehe.. Maafkan saya, tapi ini beneran terjadi :p

Apalagi klo ngeliat foto yang model "kepala-kepala atau pipi-pipi nempel". Emangnya klo udah nikah harus upload foto kayak gitu ya di sosmed?? Gak tau apa klo yang liat sosmed kalian itu masih single?? (baca dengan nada emosi. Hamba mohon ampun :" )

Hal ini pula yang membuatku bertekad untuk gak jadi orang yang kebablasan mengumbar foto di sosmed karena aku tahu gimana gak enaknya jadi orang yang melihat. Semoga bisa istiqamah, ya Allah..

Nyatanya, ketika sudah menikah, memang godaan untuk upload foto bersama suami itu tinggi juga. Pergi bareng, pengen upload foto. Makan bareng, pengen upload foto. Walau terkadang memang sesekali masih keceplosan upload hal-hal yang berkaitan dengan tempat dan makanan, tapi alhamdulillah sejauh ini masih bisa nahan godaan untuk gak upload foto berdua. Bahkan setelah dipikir-pikir, aku sama sekali gak upload foto nikahan XD

Semoga bisa jadi salah satu jalan untuk menjaga perasaan teman-teman yang merasa terganggu dengan hal-hal beginian ya. Aamiin..

Ok, fase "iri ngeliat foto orang nikah" udah lewat, alhamdulillah. Sekarang, aku lagi struggle untuk gak iri dengan orang yang upload foto hasil USG atau foto bayi-bayi lucu mereka T.T

Berat juga ya ternyata. Sering banget istighfar klo perasaan kayak gini udah muncul. Banyak-banyak baca shalawat juga klo liat foto-foto bayi (berdasarkan saran Ust. Yusuf Mansur yang katanya perbanyak shalawat klo melihat hal-hal yang kita inginkan).

Perasaan iri ini manusiawi kan ya? Banyak-banyak istighfar deh. Astaghfirullaah... T.T

Memang bener ya.. Rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau.. T.T

Untuk menentralisir hati klo perasaan iri ini lagi muncul, aku selalu merenung bahwa setiap manusia itu diuji di titik terlemahnya. Titik terlemah orang itu berbeda-beda. Ada yang lemah dalam harta, ada yang lemah dalam keluarga, dsb.

Dan apa yang orang lain dapatkan itu sesuai dengan apa yang mereka usahakan.

Jika saat ini seseorang berada di posisi yang sangat tinggi, itu karena sebelumnya dia sudah berjuang di posisi yang sangat rendah.

Seperti roda yang titik tertingginya akan semakin tinggi jika jari-jarinya semakin panjang. Di sisi lain, semakin panjang jari-jari roda, semakin rendah pula titik terbawah (?) yang harus dilewati. (Ini Eka ngomong apa sih? Maapin klo pembahasaan analoginya gak bagus :" )

Klo misalnya aku iri dengan kondisi mereka yang berhasil, seharusnya aku iri juga dengan kondisi mereka di saat mereka terpuruk.

Katakanlah misalnya aku iri dengan orang yang berpenghasilan 1M dan berharap memiliki penghasilan sebesar itu. Apa aku sanggup menanggung hutang 5M seperti yang orang itu alami sebelumnya? Hii.. Ngebayanginnya aja udah serem. Na'udzubillaah.. :"

Setiap manusia diuji sesuai kemampuannya. Aku harus banyak bersyukur dengan apa yang aku dapat saat ini. Allah Maha Tahu apa yang dibutuhkan oleh hamba-Nya.

Selagi masih bisa memeluk erat iman Islam, masih memiliki keluarga yang saling menyayangi, masih terpenuhi kebutuhan rohani, jasadi, dan fikri, masih diberi kemampuan untuk bisa saling mengingatkan dalam kesabaran dan kebaikan, apalagi yang aku khawatirkan?

Rumputku juga hijau kok dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Begitu pula dengan rumput tetangga yang juga hijau dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat." (QS Ibrahim: 7) 
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? (QS Ar-Rahman: 13)

***

Catatan tambahan :p

Postingan ini tidak bermaksud untuk menyudutkan siapapun ya. Pun, ini semua bukan berasal dari kekesalan pribadi. Hehe..

Hanya mencoba merangkum dan mungkin mengingatkan diri sendiri untuk seperlunya "memajang foto" di sosmed. Soalnya sering denger curhatan tentang ini juga.

Postingan ini hanyalah rangkuman dari curhatan beberapa orang yang aku ceritakan kembali dengan sudut pandang "ke-aku-an" :)

Semoga Allah menjaga kita dari perbuatan yang dapat menyakiti saudara kita. Aamiin :)

29 Jul 2016

Insya Allah dan Optimisme

Diposkan oleh Zana di Jumat, Juli 29, 2016 0 komentar
Bismillaahirrahmaanirrahiim...

Kemarin iseng-iseng nulis artikel di web Kalam 28. Isinya cuma ngambil dari video ceramahnya Nouman Ali Khan dari NAKIndonesia sih. Hehe.. Link aslinya ada di sini. Semoga bermanfaat.. :)
~gambarnya juga coba ngedit sendiri pke sotosop :p

***



وَلا تَقُولَنَّ لِشَيْءٍ إِنِّي فَاعِلٌ ذَلِكَ غَدًا (٢٣


إِلا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ وَاذْكُرْ رَبَّكَ إِذَا نَسِيتَ وَقُلْ عَسَى أَنْ يَهْدِيَنِ رَبِّي لأقْرَبَ مِنْ هَذَا رَشَدًا (٢٤
23) Dan jangan sekali-sekali engkau mengatakan terhadap sesuatu , ‘Aku pasti akan melakukan itu besok pagi.‘
24) Kecuali (dengan mengatakan), ‘Insya Allah’. Dan ingatlah Rabb-mu saat engkau lupa dan katakanlah, ‘Mudah-mudahan Rabb-ku akan memberi petunjuk kepadaku agar aku yang lebih dekat (kebenarannya) daripada ini.’
(QS Al-Kahfi: 23-24)
***
Insya Allah. Tentunya teman-teman semua sering mengucapkan kata yang satu ini.
“Besok tugasnya juga selesai kok, insya Allah.”
“Iya, besok gw dateng, insya Allah.”
Tahu kah teman-teman kalau insya Allah ini punya makna yang begitu dahsyat?
Kali ini admin akan mencoba untuk mengambil intisari dari video khutbah Nouman Ali Khan mengenai pentingnya mengucapkan insya Allah.
Dalam QS Al-Kahfi ayat 23, Allah berfirman:
وَلا تَقُولَنَّ لِشَيْءٍ إِنِّي فَاعِلٌ ذَلِكَ غَدًا
Wa laa taquulanna lisyai’in innii faa’ilun dzaalika ghodaa.
Dan jangan sekali-sekali engkau mengatakan terhadap sesuatu , ‘Aku pasti akan melakukan itu besok pagi.‘
Dalam ayat ini, Allah tidak menggunakan kata Laa taqul yang berarti Jangan katakan, tetapi Allah menggunakan kataLaa taquulanna yang berarti Jangan PERNAH katakan. Allah menegaskan bahwa tidak boleh berkata tentang apapun yang menyatakan bahwa kita pasti akan dapat menyelesaikan suatu tugas esok hari.
Lalu bagaimana jika mendapat tugas dari guru atau atasan yang harus diselesaikan esok hari? Bukankah itu berarti tidak boleh dijawab dengan pernyataan, “Baik, Pak/Bu. Saya akan menyelesaikannya besok“ ?
Tenang, jawabannya ada di potongan ayat berikutnya. Di awal QS Al-Kahfi ayat 24, Allah berfirman:
إِلا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ
Illaa an yasyaa-a’ alloh.
Kecuali (dengan mengatakan), ‘Insya Allah’..
Allah membolehkan kita untuk melakukan sesuatu di masa depan dengan ucapan insya Allah, jika Allah menghendaki. Inilah kenapa dalam budaya muslim, kata insya Allah digunakan untuk hal-hal yang berkenaan dengan masa depan.
Jika berkata, “Besok aku datang ke rumahmu pukul 3, insya Allah.“ Itu artinya, jika Allah tidak mengizinkan untuk datang ke rumahnya, itu adalah hal di luar kuasa kita. Niat dan usaha untuk menepati janji itu memang ada, dan harus ada. Hanya saja ternyata rencana kita tidak sesuai dengan rencana Allah.
Dari sini berarti kita telah meyakini bahwa masa depan bukan berada di tangan kita, namun berada di tangan Allah. Karena itulah kata insya Allah diucapkan.
Tetapi, terkadang pelajaran Allah yang indah dalam Al-Qur’an ini tidak dipahami dengan baik oleh kita.
“Aku akan datang ke acaramu besok, insya Allah.”
Makna insya Allah pada kalimat yang diucapkan bisa berubah menjadi:
“Aku tidak yakin bisa datang ke rumahmu besok. Karena itu aku mengucapkan insya Allah. Kalau aku malas, bangun kesiangan, atau tidak mood, bisa jadi aku tidak datang ke rumahmu besok.“
Insya Allah menjadi jalan untuk menghindari komitmen. Padahal, bukan seperti itu.
Coba kita lihat lagi potongan QS Al-Kahfi ayat 23, “faa’ilun dzaalika ghodaa“, “Aku pasti akan melakukan itu besok pagi.“Kalimat ini adalah kalimat janji, kalimat komitmen. Hal yang kita ucapkan wajib hukumnya untuk dilaksanakan.
Jika kita merasa tidak dapat melakukan sesuatu, katakan saja bahwa kita tidak bisa. Tapi, jika sudah berjanji, kita harus menepatinya. Lalu tambahkan, satu-satunya yang menyebabkan kita tidak bisa menepatinya adalah jika Allah menetapkan sesuatu di luar kuasa kita. Itulah “Illaa an yasyaa-a’ alloh(QS Al-Kahfi: 24).
Illaa an yasyaa-a’ allohbukan berarti kita tidak akan datang jika malas atau tidak mood. Tidak boleh menggunakan insya Allah dengan maksud seperti itu. Ini adalah hal yang keliru bagi frasa yang keras ini. Kita mengakui bahwa tidak semuanya berada dalam kendali kita. Allah telah memberi kemampuan untuk dapat memenuhi komitmen yang telah diucapkan. Namun meski kita mampu, Allah adalah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Allah berkuasa untuk menghentikan semua rencana kita. Inilah esensi dari “ Illaa an yasyaa-a’ alloh (QS Al-Kahfi: 24).
Lalu Allah menambahkan dalam lanjutan QS Al-Kahfi ayat 24:
وَاذْكُرْ رَبَّكَ إِذَا نَسِيتَ
Wadzkur robbaka idzaa nasiit.
Dan ingatlah Rabb-mu saat engkau lupa .
Allah menggunakan kata “saat“, bukan “jika“. Ini berarti Allah menjamin bahwa kita akan lupa. Akan tiba saatnya ketika berjanji, kita lupa mengucapkan insya Allah. Allah juga menggunakan kata “Rabb“ untuk mengingatkan bahwa Allah adalah Rabb kita. Dia Yang Menguasai masa depan kita.
Ayat ini menunjukkan bahwa Allah mengajarkan keseimbangan. Di satu sisi kita membuat sebuah janji. Di sisi lain kita juga percaya mutlak dengan kekuasaan Allah.
Lalu pelajaran berikutnya ada di lanjutan QS Al-Kahfi ayat 24 yang berbunyi:
وَقُلْ عَسَى أَنْ يَهْدِيَنِ رَبِّي لأقْرَبَ مِنْ هَذَا رَشَدًا 
“Wa qul ‘asaa an yahdiyani robbii li ‘aqroba min haadzaa rosyadaa”
Dan katakanlah, ‘Mudah-mudahan Rabb-ku akan memberi petunjuk kepadaku agar aku yang lebih dekat (kebenarannya) daripada ini.’
Kalimat ini merupakan sebuah doa. Bahkan lebih dari itu, mengandung sebuah harapan dan optimisme. Allah mengajarkan bahwa muslim harus punya harapan di masa depan. Iman yang membuat seorang muslim optimis dengan masa depannya.
Allah ingin menunjukkan bahwa Allah tak akan melupakan kita. Kita mengingat Allah sehubungan dengan masa depan kita (dengan mengucapkan insya Allah), maka Allah pun akan mengingat kita sehubungan dengan masa depan.
Masya Allah, ternyata ada begitu banyak makna yang terkandung dalam perintah mengucapkan insya Allah ya. Semoga kita bisa lebih berkomitmen dengan apa yang sudah diucapkan dan ingat untuk mengucapkan insya Allah. Semoga Allah selalu memberikan petunjuk-Nya untuk kita. Aamiin..

Sumber video dan translasi:
 

searching for Andromeda Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review