12 Nov 2008

Ngerjain PR ah..

Diposting oleh Zana di Rabu, November 12, 2008 18 komentar
Dapet PR dari Ikhma..
Sekalian buat introspeksi diri deh. Hehe.. ^^

******Several Facts About Me..********

Mmmm.. Harus dimulai dari mana ya.. Jadi bingung..

1. Aku adalah anak pertama dari 3 bersaudara (sesuai dengan namaku.. Hayo.. Tau gak?? ^^)
Hal ini yang menurutku memiliki andil paling besar dalam membentuk pribadi seorang "Saya"

2. Bisa dibilang aku punya 2 kepribadian yang berbeda:

a. Ekstrovert
Mungkin akan ada beberapa orang yang mengernyitkan dahi ketika aku "mendeklarasikan" diri sebagai orang yang ekstrovert. Masa, sih??
Ya, tapi memang begitu.. Kepribadian ini hanya ditujukan ke orang-orang terdekat saja.
Sifat ektrovertku meliputi:
1) Kekanak-kanakan..
2) Agak hiperaktif ^^!
3) Suka tantangan
4) Ngomongnya "nyablak" banget dah! ^^
5) Semangat sekalee!!

Bahkan Bapak menjulukiku "Ndableg" (ngerti kan maksudnya..) :p
Mungkin emang bawaan anak pertama kali ya.. Suka melakukan hal-hal yang jarang dilakukan oleh cewek kebanyakan. Hehe..

b. Introvert (sifat dominan: pemalu)
Belakangan ini sisi introvertku lagi menjalar dengan parahnya. Berada di lingkungan baru.. Orang-orang baru.. Entah lah.. Aku belum menemukan kenyamanan di sana.. Padahal dulu waktu SMA sifatku introvertku ini sempet hilang lho.. Senangnya aku saat itu.. Haha..
Jadi, harap maklum klo ketemu aku, tapi aku akan banyak diam dan mungkin hanya tersenyum saat berbincang-bincang dengan kalian ^^

3. Aku adalah seorang yang egois..
Susah untuk nyapa orang duluan (pengennye disapa duluan ^^). Kebiasaan ini agak susah untuk dihilangkan.. Ditambah lagi dengan sisi introvert-ku. Nambah parah bisa-bisa.. Tapi, aku tetap berusaha untuk gak egois (tergantung situasi kondisi juga sih..). So, jangan malu-malu untuk menyapaku duluan ya.. (maksa..) :p

4. Aku adalah seorang pengkhayal tingkat tinggi!!
Waktu kecil aku pengen banget jadi Sailor Moon. Percaya gak percaya.. Sampe sekarang keinginan itu masih ada lho..
Aku sering membayangkan diriku di masa yang akan datang bersama *********

5. Aku punya seorang Kakak angkat
Masih berhubungan dengan sifat pengkhayalku.. Aku pengeeeeeeeeeeeeeen banget punya kakak. Kan, gak mungkin aku minta Ibu ngelahirin kakak.. (klo adek masih mungkin)
Walhasil.. Akhirnya aku menemukan seseorang yang sangat baik hati, pintar, sabar, mandiri, bijak, rajin menabung, dan tidak sombong yang bersedia mengangkatku menjadi adiknya!!
Senangnya aku.. ^^ Biasanya aku curhat dan banyak bertanya tentang kehidupan ke Kakakku itu. Aku bisa menjadi diriku yang "sesungguhnya" di hadapan dia. Bisa minta ditraktir.. Bisa dibecandain.. Hahaha..

6. Aku punya hobby yang menurut orang cukup aneh. Makan BERAS.
Tapi, di keluargaku itu hal yang biasa. Diwariskan secara turun-temurun dari Nenek (dari Ibu). Kebiasaan itu biasanya turun hanya ke anak wanita. Dan, biasanya kebiasaan itu akan hilang jika dia sudah menikah (lho.. emang aneh ternyata.. ^^!)

7. Aku suka banget sama hal-hal yang berbau ASTRONOMI..
Sukses banget ditularin sama Kakak angkatku yang emang anak Astronomi ITB. Sampe-sampe aku suka menyebut diriku sendiri "Sedna" dan seseorang yang nanti akan kukenal dengan "Andromeda" (buat yang belum tau, inilah sejarah mengenai nama blog ini). Malam hari memandang langit nan luas dengan begitu banyak bintang membuatku merasa kecil di hadapan Tuhanku.. Rasi yang paling aku suka ada 2, Scorpio dan Orion (yang paling gampang dicari sih.. hehe..)

8. Takut banget sama yang namanya L***-*A** (takut dikerjain orang jadi mohon maaf, harus disensor ^^). Punya pengalaman buruk sama makhluk yang satu ini..

9. Entah ada yang salah dengan hormon adrenalinku apa gak.. Tapi, mukaku emang gampang banget merah. Jadi, jangan salah sangka ya.. Klo misalnya mukaku tiba-tiba merona merah (ceilah..)

10. Dulu waktu SMP udah pernah pacaran dan Insya Allah gak mau lagi mengulang hal yang sama.. AMIIN!!
Tapi, emang bener deh.. Pacaran itu lebih banyak ruginya daripada untungnya.. Alasannya silakan dipikirkan oleh kalian-kalian yang membaca blog ini.. ^^

Alhamdulillah... Tugasku berkurang satu...
Nah, pengen bagi2 tugas lagi nih...

Buat yang merasa namanya dicantumkan di daftar berikut, harap menuliskan 10 Fakta Tentang Diri-nya juga ^^
1. Gayuh
2. Hendry
3. Nadhila
4. Embi
5. Miftah
6. Iid
7. Kak Evan
8. Ihsan
10. Zsa Zsa

Makasih ya.. ^^
rules untuk PR ini..

These are the rules:
1. Each blogger must post these rules
2. Each blogger starts with ten random facts/habits about themselves
3. Bloggers that are tagged need to write on their own blog about their ten things and post these rules. At the end of your blog, you need to choose ten people to get tagged and list their names.
4. Don’t forget to leave them a comment telling them they’ve been tagged and to read your blog.

3 Nov 2008

Ada Hikmah di Balik Kejadian Ini Bag.2

Diposting oleh Zana di Senin, November 03, 2008 7 komentar
Malam itu, Ibu dan Bapak ingin langsung membawaku ke IGD RS Ps. Rebo. Ibu dan Bapak memang sangat khawatir dengan benturan di kepalaku. Iqbal langsung dihubungi untuk cepat pulang ke rumah (dia biasanya pulang jam 7 malam).

Gak lama setelah Iqbal pulang, dia langsung stand by di pinggir jalan untuk mencari taksi. Kami sekeluarga langsung berangkat ke RS Ps. Rebo dengan taksi itu.

Sesampainya di IGD, aku langsung tiduran di tempat tidur yang ada rodanya (pokoknya tempat tidur pasien yang bisa didorong-dorong, aku gak tau namanya..). Tekanan darahku diperiksa. Kepalaku diperiksa dan ditanya bagian mana aja yang sakit. Waktu itu yang terasa sakit baru kepala, lengan kiri, kelingking tangan kiri, dan kaki kiri (mungkin waktu itu posisi jatuhku agak miring kiri. aku lupa..).

Pasien di sebelahku saat itu adalah seorang bayi. Usianya mungkin baru 1 atau 2 bulan. Masih kecil banget. Perawat di sana memanggil adik kecil itu dengan "Bayinya Bu Euis". Mata Adik Kecil itu terpejam lalu ia menangis saat tangan kecilnya diinfus. Dalam hati aku berkata, "Adik kecil, yang kuat ya..". Ya Allah, semoga Adik Kecil itu selalu dalam lindungan-Mu..

Selama di IGD aku mendapat pelajaran yang amat berharga. Betapa kesehatan itu sangatlah mahal harganya. Dan, kita gak akan pernah tau sampai kapan kita hidup.

Saat kecelakaan itu terjadi, aku sempat berpikir, "Secepatkah ini kah aku Kau panggil?". Segalanya langsung berputar-putar di kepalaku. Keluargaku, sahabat-sahabatku, guru-guruku, dan segala amal kebaikan yang belum kulakukan.. Haruskah surat wasiat yang aku titipkan kepada seseorang secepat itu disampaikan kepada kedua orang tuaku?

Tempat tidurku langsung didorong menuju ruang Rontgen. Yang di-rontgen bagian kepala dan kaki sebelah kiri. Hasilnya juga langsung keluar. Kata dokter, insya Allah kepala dan kaki kiriku gak papa. Klo dalam beberapa hari masih terasa sakit, aku harus konsultasi lagi ke RS.

Alhamdulillah aku gak sampe dirawat inap. Bisa langsung pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, rasa sakit di bagian lain mulai terasa. Tulang rusuk kiri, leher, dan punggung T_T.

Beberapa hikmah yang bisa kuambil dari peristiwa ini:
1. Allah mengingatkanku untuk gak sombong
Sebelum turun dari angkot, Tiara menyarankanku untuk naik ojek. Aku malah menolaknya dengan berkata, "Ah, udah biasa jalan kaki..". Astaghfirullah.. Maaf ya Tiara..

2. Hadiah menjelang milad spesial dari Allah "penggugur dosa" Insya Allah.. AMIIN!!

3. Aku bisa merasakan bahwa jilbab emang sangat bermanfaat
Kulitku terlindung dari gesekan aspal karena aku memakai baju yang panjang dan gak tipis. Kepalaku juga cukup terlindungi karena jilbabnya agak tebal ^^..

4. Aku bisa belajar untuk bisa bersimpati dan berempati dengan lebih baik lagi
Terutama saat aku berada di IGD bersama Adik Kecil..

5. Pemicu untuk selalu melakukan amal kebaikan karena aku gak pernah tau sampai kapan aku bisa bernapas

6. Allah telah memberiku keluarga kedua yang begitu peduli dan sayang sama aku
Malam itu yang aku beri kabar tentang kecelakaan cuma 2 orang, Tiara Fasilkom dan Emon 28.. Tapi, aku langsung mendapat sms balasan dari beberapa anak 28 seperti Emon, Dita, Diah, Lita, Hana, Ummi, DJ, Oim, bahkan Mamanya Dita juga sms aku.. Subhanallah.. Kalian adalah saudara-saudara terbaik yang pernah kumiliki.. Aku mencintai kalian karena Allah..
Keesokannya Pipit Fasilkom juga langsung nelpon aku menanyakan kabar.. Tiara.. Lia.. Ade.. Yasmin.. Kak Linda.. Kak Maya.. Jazakallah khair..

Malam tanggal 29 Oktober 2008, Mas yang menyerempetku datang ke rumah. Klo gak salah namanya Azom. Dia ternyata tinggal di Depok juga. Dia cuma luka di kaki. Waktu Bapak nanya gimana kronologi kejadian, dia juga bingung. Katanya, tiba-tiba aja motornya jatuh. Dia gak inget kenapa dia bisa nyerempet aku (dia aja gak tau, apalagi aku yang diserempet dari belakang???).

Dia meminta maaf.. Begitu pula dengan Bapak. Beliau juga meminta maaf jika waktu itu emosi. Namanya juga khawatir sama keadaan anak.. Bapak melihat i'tikad baik dari orang itu dan insya Allah masalahnya telah selesai..

31 Okt 2008

Ada Hikmah di Balik Kejadian Itu Bag.1

Diposting oleh Zana di Jumat, Oktober 31, 2008 5 komentar
Kejadian ini gak akan aku lupa. Tanggal 28 Oktober 2008, bertepatan dengan peringatan 80 tahun Sumpah Pemuda.

Hari itu aku pulang agak sore (emang biasanya pulang sore, sih..) sekitar jam 17.00 dari kampus karena ada asistensi PSD dari Kak Enrico. Pulangnya bareng sama Tiara lewat Stasiun UI sekalian mau beli payung juga. Payung baru itu langsung dipake (perdana) karena hari itu ujan. Awalnya cuma gerimis rintik-rintik. Lama-lama ujannya nambah deres. Jalan Margonda macet dan banjir (mulai banjir klo gak salah di depan Jl. Mawar).

Aku turun di depan Jl. Juanda sekitar jam 17.30. Karena ujan, aku lebih milih jalan kaki daripada naik ojek untuk sampe rumah. Seperti biasa juga sih.. Jalan kaki dari Jl. Juanda sekitar hampir 1 km emang udah jadi kegiatan sehari-hari. Maklum lah di sana gak ada angkutan umum.

Sepanjang perjalanan alhamdulillah gak ada suatu hambatan yang berarti. Paling-paling baju basah (ya iya lah.. ujan gitu..). Nah, kejadian itu terjadi ketika aku menyeberang di depan Soto Kudus.

Begitu aku lihat jalanan sudah cukup sepi dan aman, aku langsung menyeberang. Kira-kira 1 m sebelum aku sampe di trotoar, tiba-tiba aja ada sesuatu yang menyenggol tasku. Kejadiannya cepet banget. Aku ngerasa kayak diputer-puter dan langsung jatuh di aspal dengan posisi hampir terlentang. Kepalaku kebentur aspal. Dan aku denger suara "Brak!!" gak jauh dari posisi jatuhku.

Aku sempet ngerasa gak sadar sebentar sebelum akhirnya aku bisa merasakan rasa sakit di kepala dan lengan kiri. Aku udah gak bisa apa-apa lagi. Bergerak pun aku gak bisa. Orang-orang di dekat tempat kejadian langsung berlari ke arahku dan berteriak, "Ada yang jatoh!". Salah seorang dari mereka bertanya, "Mba gak pa-pa?". Aku cuma bisa meringis kesakitan. Aku pun dibopong oleh 2 orang ke sebuah warung di pinggir jalan. Pemilik warung itu memberiku minum air putih hangat.

Aku bener-bener lemes sampe gak bisa ngomong apa-apa. Aku gak ngejawab pertanyaan orang-orang tentang kronologis kejadian. Setelah merasa cukup pulih, aku mencoba untuk duduk sendiri (sebelumnya aku masih dipapah sama seorang bapak). Seorang Ibu berkata, "Yang nyerempet kamu juga jatoh. Sekarang dia ada di situ," sambil menunjuk sebuah bengkel di pinggir jalan. Seorang bapak yang kebetulan kenal Bapakku langsung menuju ke rumah untuk memberi tahu keadaanku.

Aku mencoba untuk kuat, gak nangis, dan bangun sendiri tanpa dipapah lagi. Aku pun menemui orang yang menyerempetku. Orang itu laki-laki dan masih cukup muda menurutku. Dia terjatuh dari motornya beberapa meter di depanku. Dia menanyakan gimana keadaanku dan kujawab, "Insya Allah gak papa." Orang-orang yang menolong dia di sekitar tempat kejadian langsung memberondongku dengan pertanyaan.

"Kamu gak papa kan? udah lah.. Jangan memperumit masalah. Damai aja sama Mas itu."
"Dia juga jatoh Mba.."
"Udah, Mba cepetan salaman sama dia. Biar masalahnya cepet clear."

Pernyataan-pertanyaan itu dilontarkan kepada dengan nada sedikit memaksa dan memojokkanku. Seolah dalam peristiwa itu aku lah yang bersalah. Aku yang masih shock jadi bingung dengan serentetan pertanyaan itu. Aku kan gak nuntut dan memperumit masalah.. Kok, mereka yang terkesan men-judge-ku seolah akan menuntut dan memperumit masalah. Aku cuma bisa jawab, "Iya, insya Allah saya gak papa."

Padahal orang yang menyerempetku pun gak memandangku dengan tatapan marah, khawatir bakal dituntut atau sejenisnya. Mas-mas itu sepertinya malah sangat khawatir dengan kondisiku dan berulang kali bertanya, "Mba gak papa, kan?" dengan mata yang menurutku tulus memperlihatkan kepeduliannya. Aku gak tega juga ngeliat Mas itu yang kakinya juga terluka gara-gara jatuh dari motor. Aku pun menangkupkan kedua tangan sebagai ganti salaman tanda damai (yang diinginkan oleh orang-orang di sekitar situ).

Orang-orang di sana memang lebih banyak yang mengerubungi Mas itu. Mereka awalnya gak 'ngeh' klo ternyata ada yang jatuh juga selain Mas itu (jalannya agak menikung). Terbukti dari komentar seorang ibu, "Saya kira yang jatuh cuma Mas itu aja.". Walau gimana juga aku tetap bersyukur karena ada orang yang 'ngeh' dan menolongku.

Cukuplah Allah yang menjadi saksi untukku..

Aku mencoba pulang dengan jalan kaki sendiri. Aku merasa sudah cukup kuat saat itu. Namun, baru beberapa meter aku jalan, aku melihat Ibu dan sepupuku berlari ke arahku sambil memanggil namaku. Aku gak bisa menahan air mata lagi. Aku menangis sejadi-jadinya di pelukan Ibu dan mengadukan betapa sakitnya kepalaku saat itu. Aku dipapah oleh Ibu sampe rumah. Dengan penuh kesabaran, Ibu membantuku untuk merebahkan diri di tempat tidur, menyuapiku, dan membantuku minum.

Air mataku gak bisa berhenti saat itu. Melihat Ibu yang begitu sabar dan tegar..
Ibu, aku mencintaimu karena Allah..

Bapak juga langsung menemui Mas yang menyerempetku dan meminta KTPnya sebagai bukti pertanggungjawaban sementara. Sesampainya di rumah, Bapak banyak diam. Gak komentar apa-apa. Biasanya Bapak diam seperti itu klo habis marah. Ya, mungkin Bapak sempat marah dengan orang yang menyerempetku. Wallahu'alam.. Tapi, memang seperti itu lah bukti cinta beliau untukku..

Ya Allah, terima kasih karena Engkau telah menitipkanku kepada orang tua sebaik Ibu dan Bapak..

27 Okt 2008

Seorang Pemimpin

Diposting oleh Zana di Senin, Oktober 27, 2008 5 komentar
Dalam kehidupan ini, pasti ada saatnya kita dipimpin dan pastinya
setiap saat kita adalah pemimpin. Ya... minimal pemimpin untuk diri
sendiri. Saat kita dipimpin berarti kita berada pada kondisi untuk
mendukung dan men-support pemimpin.. Saat kita menjadi pemimpin untuk
suatu pergerakan berarti kita berada pada kondisi siap segala hal
(walaupun belum tentu siap), siap menanggung amanah, siap berkorban,
siap dikritik, dan masih banyak kesiapan yang dituntut dari seorang
pemimpin.

Saudaraku dimanapun antum berada, yaqinlah bahwa setiap kita adalah
pemimpin. Yang mana setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawabannya.

Saudaraku, pemimpin hakikatnya adalah orang yang paling lemah. Ibarat
pohon, pemimpin adalah ujung puncak tertinggi. Memang dia yang
terlihat paling tinggi, tapi ketika angin bertiup kencang dialah yang
mudah patah. Ia menjadi kuat bukan karena dia hebat. Ia menjadi kuat
karena yang dipimpin menguatkan bukan meruntuhkan.

Ayyuhal ikhwah antum ruhul jadid fi jasadil ummah...

Ya Allah ummat ini membutuhkan pemimpin yang bisa membangkitkan Islam
dan Bangsa Indonesia...

YA Allah jika di bumi ini semua muslim ingin berjihad dijalanmu
Jadikan aku salah satunya

Jika hanya ada 1000 orang
Jadikan aku salah satunya

Jika hanya 100 orang
Jadikan aku salah satunya

Jika hanya 10 orang
Jadikan aku salah satunya

Jika hanya 5 orang
Jadikan aku salah satunya

Jika hanya ada 2 orang
Jadikan aku salah satunya

Jika hanya ada 1 orang
Pastikan yaa Allah AKULAH ORANGNYA!!!

Sukron
-guardian-

Artikel ini dibuat oleh Pradipta Suarsyaf (Ketua Rohis 28 periode 2006-2007). Diposting di milis Syaja'ah 2008.

Intinya dibutuhkan KEIKHLASAN untuk menjadi pemimpin. Jika dia sudah ikhlas, maka segala keputusannya adalah demi kebaikan umat.
Untuk menjadi seorang yang dipimpin juga gak mudah. Dibutuhkan KETAATAN agar ia bisa menerima dan menjalankan setiap keputusan yang telah diambil oleh Sang Pemimpinnya.

Moga kita bisa menjadi seorang pemimpin yang baik (minimal untuk diri kita sendiri) dan menjadi orang yang bisa dipimpin dengan baik. Amiin.. ^^

20 Okt 2008

Adikku..

Diposting oleh Zana di Senin, Oktober 20, 2008 8 komentar

Kali ini aku akan bercerita mengenai adikku yang pertama, namanya Iqbal. Belakangan ini konon kabarnya dia lagi terekspos di sekolahnya, SMAN 28. Kabar ini kudengar langsung dari adek kelasku yang seangkatan sama Iqbal dan temenku yang kebetulan hari Sabtu kemaren main ke 28.

Gosip pertama, berhubungan dengan peluncuran film Laskar Pelangi(hingga detik ini aku belum bisa nonton itu film T_T). Suatu hari HP Iqbal berbunyi, tanda ada sms masuk. Sebagai kakak yang baik (iseng, sih sebenernya :p) aku membuka dan membaca sms dari temennya, A'la (seorang akhwat yang lagi digosipin ma ortuku sebagai pacarnya Iqbal. Hehe..). Di sms itu dia bilang klo tokoh Lintang di film Laskar Pelangi mirip banget ma Iqbal. Awalnya sih, Iqbal dan keluargaku nanggepinnya biasa2 aja. Tapi, pas Ibu dan adekku yang bungsu nonton Laskar Pelangi, barulah keluargaku heboh. Ternyata tokoh Lintang emang beneran mirip ma Iqbal! Mungkin karena kulitnya sama2 item kali, ya.. Hehehe.. Yah, walaupun kulit Iqbal gak seitem itu.. Walhasil, waktu aku ngajak dia buat nonton Laskar Pelangi, dia menolak mentah2. Terus Ibuku langsung bilang, "Takut penontonnya banyak yang minta tanda tangan. Hehehe.. ". Sejak saat itu, adekku yang 'tenar' itu langsung cemberut klo liat iklan Laskar Pelangi yang ada Lintang-nya dan sejak saat itu pula dia jadi tenar di sekolahnya sebagai Lintang gadungan.

Moga bisa sepinter Lintang ^^


Gosip kedua, aku dapet kabarnya dari temenku yang lagi main ke 28 buat diskusi ma pengurus Rohis kelas XI. Awalnya pembicaraan memang seputar masalah2 Rohis angkatan mereka, tapi entah mengapa tiba2 menjurus ke masalah KIR. Dan, tersiarlah kabar bahwa adekku kepilih jadi Ketua Bidang Kaderisasi KIR angkatan 20. Sebuah jabatan yang cukup angker di KIR. Kaderisasi itu kan urusannya masalah 'briefing', regenerisasi, dan tugasnya memantau keaktifan baik pengurus maupun anggota (klo di Fasilkom sejenis Tibum). Begitulah.. Aku belum bisa ngebayangin dia harus ngomel2 di depan kelas X. Klo di angkatanku, jabatan itu dipegang oleh Fallery yang emang paling bersemangat dalam masalah briefing. Hehehe.. Klo aku kan udah pernah ngerasain bagaimana gak enaknya jadi bagian 'hot' (tibum) pas briefing :p Aku yang penasaran langsung menanyakan kebenaran berita itu ke objek gosipnya langsung. Dia sih ngejawab klo dia gak tahu perihal masalah itu. Mmm.. Berarti kabar ini harusnya masih jadi rahasia BPH KIR angkatan 20 yang baru. Hehehe..

Gosip ketiga. Ini nih, yang paling heboh. Siapa sih, yang nyangka klo adekku yang satu itu bakal pergi ke luar negeri. Demi mengharumkan nama bangsa lagi! Insya Allah, bulan Desember yang akan datang Iqbal akan pergi ke Malaysia buat ikut International Robotic Olympiad (IRO) 2008 mewakili Indonesia. Dia ikut yang kategori Legged Robot. Keluargaku langsung heboh. Baik yang di Depok maupun yang di kampung halaman sana. maklumlah, waktu mudik kemaren dia sempet promosi gitu ke keluarga besar ^^. Beberapa hari ini Ibu dan Bapak sibuk bolak-balik ke kantor imigrasi buat ngurus paspor. Sebenernya di keluargaku belum ada yang punya paspor lho. Iqbal akan menjadi orang pertama yang memiliki paspor di keluargaku. Menurut kabar berita, gosip ketiga ini yang paling membuat Iqbal terkenal di sekolahnya.

Moga aja dia bisa memberikan yang terbaik untuk negara tercinta ini. Biar dia termotivasi untuk gak males belajar lagi - nih anak emang males banget belajar. Kerjaannya tidur mulu :p Biar dia juga bisa belajar untuk bertanggung jawab terhadap amanah yang dia emban. AMIIN!!
 

searching for Andromeda Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review